Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

NASIONAL

KKP Tambah Destinasi Ekowisata Hutan Mangrove di Sumut

badge-check


					KKP Tambah Destinasi Ekowisata Hutan Mangrove di Sumut Perbesar

INAnews.co.id, Asahan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) menambah destinasi wisata alam di Kabupaten Asahan. Wisata yang dimaksud adalah Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) berupa selasar (tracking) mangrove di Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut yang masuk dalam administrasi Kabupaten Asahan.

Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu mengatakan PRPEP merupakan program KKP yang ditujukan untuk restorasi alam sekaligus difungsikan sebagai destinasi wisata terbatas.

“Program rehabilitasi kawasan mangrove ini digandengkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya yang melibatkan masyarakat dalam pembangunannya,” ujar Tebe panggilan akrabnya di Jakarta.

Menurut Tebe, mangrove tidak hanya memiliki nilai visual, tetapi juga menyimpan nilai edukasi dan ekonomi.

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Mudatstsir, mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan PRPEP di Desa Silo Baru, Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan, terutama yang telah berperan aktif.

“Selama lebih kurang 56 hari kerja, masyarakat sejak siang bahkan malam hari, berperan aktif dalam pembangunan tracking di Silo Baru. Ini luar biasa mengingat medan yang lebih sulit dari empat lokasi pembangunan tracking lainnya,” ujar Mudatstsir saat memberi keterangan di Jakarta (05/01/21), yang lalu.

Sementara itu, Tommy Prasetya, Kepala Bidang Pengendalian Usaha Perikanan Dinas Perikanan Asahan berharap tracking mangrove di Asahan bisa berkembang menjadi destinasi utama yang lengkap di Asahan.

“Kita berharap ini bisa menjadi destinasi utama untuk kunjungan berwisata bagi masyarakat Asahan. Jadi pusat edukasi lingkungan, edukasi mangrove bagi semua kalangan karena mangrove ini tidak hanya menyajikan pemandangan, tapi juga potensi yang bisa di kelola sebagai bahan dasar makanan seperti sirup dodol dan lain-lain,” jelas Tommy saat Sosialisasi Tahap Akhir di penghujung tahun lalu.

Senada dengan Tommy, Kepala Seksi Pembinaan Usaha KP3K Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, Lolotan Pane berpesan agar wisata mangrove dikelola baik oleh kelompok sehingga mampu memberikan dampak pengganda.

“Kelompok tidak hanya mengelola bangunan yang sudah ada, melainkan sampai dengan keuangan harus dikelola dengan baik. Manajemen harus dijaga bersama dan harus melibatkan lapisan masyarakat Desa Silo Baru agar mereka juga bisa merasakan efek penambahan secara ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Rustam Efendi, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Cinta Mangrove yang akan mengelola bantuan tracking mangrove pasca pembangunan turut menyampaikan terima kasih dan semangatnya untuk terus mengembangkan fasilitas yang diberikan KKP.

“Terima kasih KKP telah memberi bantuan kepada kelompok kami berupa bangunan tracking mangrove,” ucap Rustam di Desa Silo Baru.

“Pastinya kami ingin ini bisa dilanjutkan pembangunannya. Kami rencananya akan tambah beberapa fasilitas penting lain seperti mushala, menara pandang, dan lain sebagainya untuk menarik minat pengunjung,” imbuhnya.

Pada Sosialisasi Tahap Akhir Pembangunan Tracking Mangrove di Asahan, BPSPL Padang turut melibatkan pemerintah setempat guna menyebarluaskan informasi sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga apa fasilitas tracking mangrove ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS