INAnews.co.id, Jakarta – Pendidikan adalah kunci masa depan apalagi di Indonesia yang masih sangat mementingkan ijazah tertentu dalam bekerja. Karena berbagai sebab, salah satunya masalah ekonomi, memaksa orang harus lebih memilih untuk bekerja terlebih dahulu.
Biasanya yang demikian terjadi saat seseorang telah lulus SMA. Dengan kata lain, tidak melanjutkan pendidikan ke universitas, tetapi langsung memasuki dunia kerja akibat belum ada biaya yang cukup untuk kuliah.
Mengingat ketatnya persaingan dalam dunia kerja dan juga untuk tujuan berkarir yang lebih baik lagi, seseorang dituntut memiliki level pendidikan yang cukup. Sampai level jabatan tertentu bila ingin meningkat ke jenjang karier yang lebih tinggi biasanya latar belakang pendidikan menjadi pertimbangan perusahaan. Pada saat itulah, biasanya orang baru sadar akan pentingnya meneruskan pendidikan hingga ke jenjang universitas atau perguruan tinggi.
Mengingat kebutuhan akan jenjang karier yang terus meningkat dalam dunia profesional biasanya berbanding lurus dengan besaran pendapatan, tak ada pilihan lain selain Anda harus kuliah jika saat ini belum memiliki ijazah diploma atau sarjana.
Alson Naibaho menyampaikan pada awak media pada Jumat (11/06/2021) menyampaikan, bahwa saat ini para buruh yang tergabung di dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), para buruh atau pekerja tak perlu khawatir lagi, bagi yang sudah jadi karyawan dan ingin kuliah, kelas karyawan adalah jawabannya dan KSBSI akan membantu dalam hal pembiayaan agar para buruh atau pekerja yang tergabung di KSBSI dengan membayar yang semurah mungkin pada unversitas atau kampus dimana buruh itu kuliah.

Alson Naibaho dan Bambang SY Dampingi Prof.Dr.Untung, Usai rapat pembahasan juknis kerjasama.
Selanjutnya Alson menambahkan bahwa saat ini KSBSI telah menandatangani Nota Kesepahaman kerjasama (Mou) dengan Yayasan Pundi Nasional Abadi (YAPUNASA) untuk program 1 juta sarjana bagi buruh.Kerjasama antara KSBSI dan YAPUNASA terdiri dari dua hal yaitu kerjasama program Stimulus atau bantuan dalam hal pembiayaan perkuliahan dan Penyelenggaraan pendidikan dengan mahasiswa yang berasal dari keanggotaan KSBSI.
Untuk itu Alson selaku ketua Departemen DikLitbang KSBSI mengundang dan menghimbau pada para buruh atau pekerja yang tergabung dalam KSBSI untuk segera mencari informasi lebih lanjut di kantor pusat KSBSI di jalan Cipinang Muara Raya nomor 33 – diKawasan Jakarta Timur, untuk memperoleh informasi tentang syarat syarat yang harus di penuhi jika berkeinginan atau berminat melanjutkan kuliah dikampus yang dikelola oleh Yapunasa.

Penandatanganan kesepakatan kerjasama (MOu ) antara Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dengan Yayasan Pundi Nasional Abadi (YAPUNASA) untuk program 1 juta sarjana bagi buruh. MOu ditandatangani oleh Presiden DEN KSBSI Elly Rosita Silaban dan Sekjen DEN KSBSI Dedi Hardianto serta Prof. Dr. Untung, SE.,MM.,Msi Selaku Ketua Dewan Pembina YAPUNASA.
“Alson berharap dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Kerjasama antara KSBSI dan YAPUNASA pada 1 juni 2021 yang lalu menjadi tonggak sejarah, Bagaimana KSBSI memperhatikan dan membantu anggotanya yang bertujuan dan berkeinginan upgrade skill dengan kembali kuliah. Presiden DEN KSBSI bersama Sekjend DEN KSBSI dalam Mou ini tentunya mendukung program pemerintah guna membangun SDM Indonesia yang unggul dengan meningkatkan kompetensi kaum buruh dan mengangkat martabat kaum buruh atau pekerja agar tidak dipandang sebelah mata. Hal ini sejalan dengan kebijakan program Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan. Guna mencapai tujuan ini tentunya KSBSI akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kementerian Ketenagakerjaan serta para pengusaha”. Pungkas Alson Naibaho.







1 Komentar
Mantap….
Luar biasa KSBSI atas penyelenggaraan program pendidikan/perkuliahan dgn biaya sangat terjangkau untuk kaum buruh/Pekerja. Ini aset bagi negara.
Lanjutkan.
Salam perjuangan ✊
Salam Indonesia pintar🙏