INAnews.co.id, Parigi – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada Sabtu (19/6/2021) di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”. Pada episode kali ini diikuti oleh 220 peserta.
Di moderatori oleh Vivie Zabkie, program kali ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Patrice Sagay selaku Startup Ecosystem Builder, Denny Syah Putra selaku Ketua HIPMI Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Miranti Widya Ramlah selaku Ketua DPD KNPI Sulawesi Tengah, dan Ajeng Mawaddah Puyo sebagai presenter TVRI. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Pemateri pertama adalah Patrice Sagay yang membawakan tema “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”. Ia mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah sebagian perilaku masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satunya adalah kian pesatnya pemanfaatan teknologi digital. Demikian pula perilaku berbelanja masyarakat. “Lantaran belanja sudah dilakukan secara daring, maka pembayarannya pun mengikuti tren tersebut. Kehadiran dompet digital bisa memudahkan transaksi keuangan yang biasa dilakukan secara langsung, seperti membayar barang yang kita beli atau membayar tagihan bulanan,” ucapnya.
Berikutnya, Denny Syah Putra menyampaikan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Menurut dia, hal terpenting yang perlu diperhatikan konsumen dalam bertransaksi digital adalah mengenai perlindungan data pribadi. “Oleh karena itu, sangat perlu bagi kita untuk mawas diri terhadap semua keamanan perangkat gawai yang kita pakai. Kehati-hatian dan kewaspadaan sangat diperlukan,” katanya.
Sebagai pemateri ketiga, Miranti Widya Ramlah membawakan tema “Generasi Cashless di Era Digital”. Ia menyebutkan, berdasar data pada triwulan III-2020, sebanyak 87,1% penduduk Indonesia membeli produk secara daring, serta volume dan nilai transaksi secara daring terus naik dari tahun ke tahun. “Transaksi non-tunai (cashless) memberikan kemudahan, seperti kepraktisan, diskon harga, hingga kemudahan melacak transaksi. Hanya saja, kelemahan transaksi jenis ini adalah sangat rawan menjadi sasaran kejahatan siber, merangsang perilaku konsumtif, serta pengenaan biaya administrasi yang cukup besar. Sangat penting untuk mengukur kemampuan diri, selektif dalam bertransaksi, serta disiplin,” ujarnya.
Adapun Ajeng Mawaddah Puyo, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Pilih Mana, Menabung atau Belanja Online?”. Ia mengatakan, belanja daring saat menjadi tren lantaran harga yang lebih murah, praktis, dan kemudahan membandingkan berbagai jenis barang. “Dampak dari berbelanja daring bisa membuat pengeluaran berlebih dan berhutang. Sementara menabung bisa membuat ‘merdeka’ secara finansial dan memiliki dana cadangan,” katanya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Sementara itu, salah satu peserta, Mona Altiar, bertanya mengenai apakah kiriman pesan yang menyatakan dirinya terpilih menjadi pemenang undian mobil itu menandakan bahwa datanya telah bocor. Menurut Arie, hal ini dapat disebabkan oleh adanya penyedia yang tidak mengamankan data saat individu memasukkan nomor HP dalam mengisi survei.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.






