INAnews.co.id, Bali – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di bawah kepemimpinan Ketua Umum Arsjad Rasjid resmi menggelar acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2021 di Bali. Acara yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali ini berlangsung dari tanggal 3-4 Desember 2021.
Rapimnas 2021 kali ini merupakan komitmen untuk merealisasikan kinerja kepengurusan yang inklusif dan kolaboratif serta mengedepankan kerja sama dan melanjutkan serta lebih melembagakan program kerja kepengurusan 2021-2026.

Presiden RI Joko Widodo membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Tahun 2021 di Nusa Dua Bali ( Photo Dok Humas Kadin Indonesia )
Dalam Rapimnas Kadin ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hadir dan sekaligus membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Tahun 2021. Turut hadir dalam acara Rapimnas Kadin tersebut antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah.
Selain itu hadir pula Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Gubernur Bali Wayan Koster.
Dalam sambutannya, Jokowi meminta dukungan Kadin untuk mendetailkan kebijakan-kebijakan pemerintah, utamanya yang akan menjadi fokus Indonesia pada Presidensi G20 yang telah dimulai sejak 1 Desember 2021. “Nanti kita akan fokuskan di G20 ini adalah satu, urusan arsitektur kesehatan global, yang kedua mengenai transisi energi menuju energi yang hijau dan berkelanjutan, kemudian yang ketiga mengenai digitalisasi,” ujar Jokowi, Jumat (3/12/2021) seperti dikutip dari Youtube Setpres.
Menurut Presiden, saat ini bandul ekonomi dunia mulai bergerak ke arah ekonomi hijau. Untuk itu, Indonesia harus segera menyesuaikan agar ketika dunia hanya menerima produk-produk yang dihasilkan energi terbarukan, maka Indonesia sudah siap.

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2021 Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Jumat, (3/12/2021). (Photo : Dok Humas KADIN Indonesia)
Dalam kesempatan memberikan sambutan sebelumnya Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan bahwa “ Rapimnas yang merupakan amanat Musyawarah Nasional (Munas) ini dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali”.tuturnya.
“Dalam Rapimnas ini KADIN Indonesia juga menggelar acara pameran UMKM dan industri kreatif di sepanjang lobby tempat berlangsungnya acara.” Tambahnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Adi Mahfudz Wuhadji Bidang Ketenagakerjaan menyampaikan “ Bahwa dalam dalam kesempatan yang baik ini juga menyampaikan program kerja bidang ketenagakerjaan yang merupakan salah satu sarana untuk mengatur hubungan antara pengusaha dan pekerja serta pemerintah”.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Adi Mahfudz Wuhadji Bidang Ketenagakerjaan bersama Pengurus Kadin dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ( photo dok : Humas Kadin Indonesia)
Lebih lanjut Adi Mahfudz Wuhadji menyampaikan pada awak media INAnews, dirinya menjelaskan secara detail yang menjadi program prioritasnya selaku Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Ketenagakerjaan seagai berikut ;
- Rumah Ketenagakerjaan Nasional KADIN Indonesia (RKN) yang merupakan forum pengarah sekaligus wadah bagi seluruh aktor ketenagakerjaan (Pemberi Kerja, Penerima Kerja, Pemerintah, Stakeholder lain) yang di inisiasi oleh KADIN Indonesia dalam rangka mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif, produktif dan kolaboratif.
Peran aktif Bidang Ketenagakerjaan KADIN Indonesia dalam membangun kemitraan strategis serta dialog sosial melalui komunikasi, konsultasi dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan bersama Kementerian Ketenagakerjaan serta stake holder lainnya.
- KADIN Institute sebagai sarana Mitra strategis dalam Transfer of Knowledge & Learning bagi anggota KADIN Provinsi, Kabupaten dan Kota. Kerjasama sinergitas serta Link & Match dalam Pengembangan SDM dengan LSP ALB Kadin. Perlunya Kadin membentuk Lembaga Pelatihan (KADIN Institute) yang mampu menjawab tantangan kebutuhan up-skill , re-skill, new-skill di dunia usaha dan penciptaan kewirausahaan pemula (start up) khususnya menjawab era disruption industri 4.0 serta berlakunya UU Cipta Kerja.
Program tersebut secara khusus disampaikan langsung dalam sambutan oleh Ketua Umum Arsjad Rasjid kepada Bapak Presiden dan kepada para peserta Rapimnas Kadin di Bali kali ini.
- KOPBI Indonesia, salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan pekerja melalui pendirian Koperasi Pekerja Buruh Indonesia (KOPBI) dalam rangka hubungan industrial yang harmoni dan adaptiv terhadap dunia kerja. Dewan Pendiri adalah 6 Kementrian, KADIN Indonesia, DPN Apindo dan 6 Konfederasi SP/SB. Dan sekaligus sebagai mandatory dari UU No.11 Cipta Kerja.
- KADIN TVET, membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi guna Kesiapan ekosistem untuk memastikan kesinambungan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang baik dan dapat meningkatkan daya saing industry (Solusi Nyata bagi Industri). Dengan tujuan mengembangkan ekosistem Vokasi yang terintegrasi, berkesinambungan dan meningkatkan daya saing Industri dalam negeri dan Terbentuknya format dialog antara institusi pemerintahan dan dunia usaha dunia industry (DuDi) dalam wadah Komite Nasional Vokasi (KNV) dan komite sektoral di bawahnya.
“Adi berharap program tersebut tidak hanya sebatas normatif, melainkan program kerja yang berkesinambungan dalam kemanfaatan untuk Indonesia.” Pungkasnya.






