Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

HDI Putuskan Kemitraan JE dan Tidak Terlibat Manajemen Sekolah SPI

badge-check


					HDI Putuskan Kemitraan JE dan Tidak Terlibat Manajemen Sekolah SPI Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Malang Jawa Timur membuat manajemen PT Dinamika Harmoni Indonesia (HDI) harus bersikap.

HDI menegaskan bahwa perseroan tidak terlibat dalam manajemen dan pengelolaan SMA Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Batu, Malang.

Begitu juga dengan keterkaitan saudara JE. PT HDI sampaikan bukan karyawan HDI atau beroperasi di bawah arahan perseroan.

Hal ini disampaikan oleh Ina Rachman Kuasa Hukum PT HDI dalam Jumpa persnya pada Jumat 9 juli 2022 di Kantor HDI di Menteng, Jakarta Pusat.

“Kami perlu garisbawahi bahwa PT HDI tidak terlibat dalam manajemen dan pengelolaan SPI. Begitu pula dengan saudara JE bukan karyawan HDI atau beroperasi di bawah arahan HDI,” ujar Ina Rahman pada Jumat 8 juli 2022.

Lanjut Ina , saudara JE hanya bertindak sebagai mitra usaha yang bersifat mandiri. Karena PT HDI merupakan perusahaan penjualan langsung atau Multi Level Marketing.

“Segala perbuatan yang dilakukan oleh saudara JE adalah mutlak merupakan tanggung jawab sdr. JE secara pribadi,” ujar Ina Rachman.

Dalam situasi ini, Ina Rachman mengatakan, PT HDI prihatin dengan kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswa SPI.

Ina juga sampaikan jika Perseroan telah mengambil tindakan dengan memberhentikan keanggotaan saudara JE sebagai mitra usahanya sejak kasus tersebut mencuat.

Sementara CEO HDI , Brandon Chia dalam jumpa persnya diwaktu bersamaan mengatakan bahwa pencabutan keanggotaan JE bukan keputusan yang mudah bagi perseroan, tetapi menjadi keputusan yang tepat.

Karena menurut Brandon  PT HDI memiliki tujuan untuk menciptakan ruang yang aman (safe space) bagi semua mitra usaha untuk menjaga kesehatan dan juga belajar tentang kewirausahaan.

“Tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah, kasus ini sangat bertentangan dengan semua nilai dan keyakinan kami,” tegas Brandon Chia.

Brandon juga katakan saudara JE sudah bergabung sebagai mitra usaha HDI selama 30 tahun dan menduduki Top Leader member penjualan langsung selama kasus ini mencuat.

” JE bergabung selama 30 tahun dan sudah memberikan kontribusi secara bisnis kepada HDI, tetapi dalam hal ini kami mempunyai kode etik tertentu terkait memberikan yang melanggar hukum baik Pidana atau Perdata,” ujar Brandon.

Terkait kontribusi PT HDI dengan sekolah SPI, Brandon sampaikan HDI hanya memberikan lahan untuk pembangunan sekolah SPI dan itu dilakukan selama ayahnya menjabat CEO PT HDI.

” Ayah saya sangat peduli terhadap pendidikan  anak Indonesia, sebab dengan pendidikan ayah saya berkeyakinan anak- anak Indonesia mampu meningkatkan kualitas kehidupannya,” ujar Brandon.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Keterlibatan Pemerintah dalam Teror YouTuber Diragukan

7 Januari 2026 - 16:44 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL