INAnews.co.id Bitung– Dunia pendidikan di Kota Bitung kembali tercoreng, pasalnya pihak sekolah SMK 2 (STM) dianggap gagal dalam membina dan mendidik para siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh salah satu orang tua siswa, karena anaknya akan dikeluarkan dari sekolah akibat mengkonsumsi minuman keras saat jam sekolah berlangsung, Selasa 20 September 2022.
Orang tua siswa yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, seharusnya pihak sekolah dapat membina dan mendidik para siswa yang menempuh dunia pendidikan, karena ketika para siswa berada di sekolah itu adalah tanggung jawab dari para guru dan Kepala Sekolah.
“Ketika para siswa melakukan pelanggaran atau kesalahan dan masih dalam lingkungan sekolah itu adalah tanggung jawab sekolah, karena orang tua dari siswa memberikan tanggung jawab sepenuhnya ke pihak sekolah”, ujar Orang tua siswa.
Lanjutnya, ada 11 siswa yang diduga melakukan pelanggaran meminum minuman keras pada saat jam pelajaran berlangsung, tapi hanya 9 siswa yang akan dikeluarkan, dan yang 2 siswanya lagi hanya diberi pembinaan dan diskorsing.
“Kejadiannya pada saat jam pelajaran berlangsung dan dilakukan dalam kelas sekitar pukul 10 pagi, dari 11 siswa kenapa hanya 9 yang akan di keluarkan, hal ini secara tidak langsung pihak sekolah kepingin ke 9 anak tersebut menjadi preman, ini memperlihatkan ketidak mampuan Kepala Sekolah SMK 2 Bitung”, tegas Orang tua siswa dengan nada kesal.
Ditambahkanya, “seharusnya pihak sekolah memberikan teguran keras dan memanggil para orang tua siswa yang terlibat, bukan mengambil keputusan sendiri tanpa orang tua tahu, dan dengan alasan yang tidak jelas, saya juga meminta kepada Gubernur Sulut Copot Kepala Sekolah SMK 2 Bitung”, beber Orang tua siswa.
Meryati Taengetan S.Pd selalu kepala skolah SMKN2 Bitung Saat di konfirmasi mengatakan bahwa, 11 dari siswa/i yang dilaporkan Bidang Kesiswaan memang betul 9 kami keluarkan berdasarkan aturan skolah, 2 lainya kami skor untuk efek jerah, dan tidak bisa di ganggu gugat aturan pihak skolah, kami kembalikan ke orang tua.
“Sembilan 9 orang yang kami keluarkan dan dua 2 orang di berikan skor, itu sudah berdasarkan aturan sekolah, dan sudah ada perjanjian di atas materai di antara pihak sekolah dan orang tua murid, apabila melakukan kesalahan yang tertera di surat perjanjian akan di keluarkan dari sekolah, “Ucapnya.






