Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

UPDATE NEWS

Layangkan Surat Ke Perumda, DPD APPSI Kota Bitung Garda Terdepan Bela Pedagang

badge-check


					Layangkan Surat Ke Perumda, DPD APPSI Kota Bitung Garda Terdepan Bela Pedagang Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan hanya berpengaruh bagi para sopir angkot yang ada di Kota Bitung, tetapi hal ini juga berpengaruh bagi para pedagang yang ada disejumlah pasar di Kota Bitung.

Karena kenaikan BBM juga berpengaruh bagi pedagang maka DPD APPSI Kota Bitung, melalui Komisariat APPSI pasar Winenet melayangkan surat pengurangan pembayaran Kios atau lapak secara menyeluruh kepada Perumda Pasar terhadap seluruh pedagang.

Hal ini di sampaikan Direktur Eksekutif DPD APPSI Kota Bitung H Harsono Muhammad saat ditemui awak media di kediamanya, menurut Harsono pasca naiknya BBM membuat pasar menjadi sepi dan daya beli menurun, Kamis 8 September 2022.

“Situasi pasar sepi, harga bahan pokok naik maka pedagang kesulitan, inflasi tinggi. Paling faktual momentum kenaikan harga BBM berdampak pada pasar rakyat, daya beli menurun”, ucap Harsono.

Harsono juga menyampaikan, bahwa pihaknya telah meminta kepada Perumda Pasar Kota Bitung untuk menurunkan pembayaran sewa kios atau lapak perbulannya di sejumlah pasar yang ada di Kota Bitung, dan hal tersebut sudah mendapat dukungan dari ratusan pedagang.

“Untuk pasar Winenet yang awalnya 250 ribu perbulannya diturunkan menjadi 150 ribu perbulan, untuk perlapak yang awalnya 100 diturunkan menjadi 50 ribu, untuk pasar Cita perkios yang awalnya 200 ribu diturunkan menjadi 100 ribu, dan untuk pasar Sagerat yang awalnya 250 ribu diturunkan menjadi 150 ribu”, jelas Harsono.

Harsono juga menambahkan, APPSI telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak Perumda Untuk membahas masalah ini, karena butuh kajian secara tehknis agar pihak BUMD Perumda Pasar juga tidak mengalami kerugian yang signifikan.

“Kajian tehknis sangat diperlukan juga agar Perumda Pasar tidak mengalami kerugian signifikan, karena APPSI juga menyadari pengurangan ini akan berdampak pada kinerja Perumda Pasar, yang tetap dibutuhkan untuk menata dan mengelolah pasar menjadi lebih profesional”, ujar Harsono

Lanjut Harsono, ada 2 hal penting yang dibutuhkan dari Perumda Pasar Kota Bitung yang pertama adalah menyelesaikan setiap persoalan yang ada di setiap pasar mulai dari status tanah yang masih dalam proses pengadilan mulai dari pasar Winenet hingga pasar Girian, dan kedua persiapan untuk menata pasar yang baru di Pusar Kota Bitung.

“Ada dua hal penting yang juga harus dipertimbangkan yaitu, pertama mengenai status lahan yg masih dalam proses pengadilan mulai dari Winenet hingga Girian, dan kedua adalah penataan dan persiapan pasar baru dipusat kota, sehingga Perumda Pasar sangat dibutuhkan”, beber Harsono.

Harsono menghimbau, kepada seluruh pedagang agar menunda atau tidak memaksakan diri untuk membayara sewa kios ke Perumda, apa bila hal tersebut memberatkan atau menyulitkan pedagang, dan para pedagang jangan tepancing dengan isu-isu yang beredar dan tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Kalau para pedagang merasa kesulitan atau memberatkan terkait pembayaran kios alangkah baiknya jangan memaksakan diri untuk membayar sewa kios ke Perumda, mari sama-sama berharap ada jalan keluar yang terbaik, dan abaikan saja para pihak yang mencoba mencari panggung karena kepentingan pribadi, karena hal ini murni perjuangan pedagang”, tegas Harsono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS