Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

Uncategorized

Korban Tragedi Arema Bertambah Menjadi 298 Orang dan 174 Orang Tewas

badge-check


					Suporter sepak bola pada pertandingan Persebaya vs Arema Malang di stadion Kanjuruhan Malang pada sabtu 1 oktober 2022 (foto : inanews) Perbesar

Suporter sepak bola pada pertandingan Persebaya vs Arema Malang di stadion Kanjuruhan Malang pada sabtu 1 oktober 2022 (foto : inanews)

INAnews.co.id, Jatim– Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Budi Santosa mengungkapkan, korban meninggal dunia akibat peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang kini menjadi 174 jiwa per pukul 10.30 WIB.

“Sementara itu, korban yang mengalami luka berat ada 11 jiwa dan luka ringan yaitu 298 jiwa,” ujar Budi, Minggu 2 oktober 2022.

Budi mengatakan, data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai assesment Tim Dinkes Provinsi Jatim.

“Selain itu, ada delapan unit kendaraan polisi yang rusak berat akibat insiden itu. Dan fasilitas Stadion Kanjuruhan Malang rusak berat,” ucap dia.

Berdasar data BPBD Jatim, sebanyak 298 orang menjadi korban tragedi kerusuhan suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10). Beberapa di antaranya adalah perempuan, balita, dan anak-anak.

Menurut rilis resmi dari BPBD Jatim, 11 orang dilaporkan luka berat. Sementara itu, 174 meninggal dunia. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengonfirmasi hal itu.

”Menurut data yang terhimpun BPBD Provinsi Jawa Timur pada pukul 10.30, tadi 174 korban meninggal dunia,” kata Emil, Minggu 2 oktober 2022.

Dia menjelaskan, seluruh korban meninggal dunia itu berada di 8 rumah sakit yang berbeda-beda di Malang.

”RS itu segera menangani jangan ada hambatan. Ini dari sisi personel, RS Saiful Anwar juga diperkuat dokter PPDS (program pendidikan dokter spesialis),” papar Emil.

Mengenai perbedaan jumlah, lanjut dia, kemungkinan ada data yang tercatat samaPihaknya akan memastikan kembali jumlah korban dengan melakukan pengecekan ulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos

20 Februari 2026 - 18:46 WIB

Fatwa Pembiayaan Bermasalah Baru Ada untuk Murabahah

16 Februari 2026 - 22:38 WIB

Ikrar Nusa Bhakti Kritisi Anggaran Rp17 Triliun untuk BoP Trump

4 Februari 2026 - 09:42 WIB

Populer Uncategorized