INAnews.co.id, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Rental Daerah (ASPERDA) mengecam keras terjadinya insiden pembunuhan brutal terhadap seorang Pengusaha Rental asal Jakarta berinisial BH (52) yang terjadi di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah pada Kamis (6/6/2024) lalu. Pembunuhan itu dilakukan sejumlah oknum warga yang mengeroyok, memfitnah dan membantai Korban beserta 3 orang lainnya.
“Saya, Ricky Aridiyawan selaku Ketua DPD ASPERDA Jabodetabek, Organisasi Pengusaha Rental seluruh Daerah, kami mengutuk perbuatan premanisme dan kriminalisme yang terjadi di wilayah Pati yang mengakibatkan meninggalnya salah seorang pengusaha rental yang berasal dari Jakarta,” ucap Ricky dalam pernyataan sikap ASPERDA yang dirilis, Selasa (11/6/2024).

Oleh karena itu, kata Ricky, pihaknya selaku Asosiasi mengucapkan belasungkawa yang mendalam terhadap Keluarga Korban dan sangat menyayangkan terjadinya tindakan premanisme yang ada di wilayah Pati.
“Kami atas nama organisasi meminta kepada Kapolresta Pati Kombes Andhika Bayu Adhittama untuk mengusut tuntas kejadian ini dan menghukum pelaku pembunuhan sesuai dengan undang undang yang berlaku,” tegasnya.
Tidak saja kepada Kapolresta Pati semata, namun ASPERDA, kata Ricky juga meminta kepada Kapolda Jawa Tengah untuk atensinya terhadap pembunuhan brutal ini.
“ASPERDA juga meminta kepada Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi untuk atensinya terhadap kasus ini,” tandas Ricky.

Ricky Aridiyawan – Ketua Asperda Jabodetabek bersama pengurus DPD kunjungi Keluarga Owner Rental yang mendapat musibah di Pati.
DPD Asperda Jabodetabek berikan Bantuan Materiil uang Tunai
Dalam kesempatan ini, Jajaran pengurus ASPERDA Jabodetabek tidak hanya menyampaikan pernyataan sikap semata, namun juga memberikan bantuan materiil dalam bentuk uang tunai yang diberikan secara langsung kepada keluarga Korban (BH).
Ditemui langsung Istri Korban berinisial GN beserta Keluarga, Ricky dan jajaran pengurus Asperda Jabodetabek mengucapkan duka dan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa keluarga Pengusaha Rental asal Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini.
Divisi Bisnis ASPERDA Jabodetabek, Martin menjelaskan kepada Istri Korban maksud dan tujuan kedatangan Asperda sebagai sesama pengusaha yang seprofesi dengan korban.
“Pertama, kedatangan kami adalah untuk silaturahmi kepada Bapak dan Ibu, Kedua, dengan rasa duka yang sangat mendalam , apalagi Almarhum (BH) adalah rekan Pengusaha yang seprofesi dengan kami, (maka) kami sangat sangat ikut berduka atas kejadian yang menimpa Almarhum.” kata Martin kepada GN dan keluarga. Ia berharap, amal ibadah Korban dapat diterima Allah SWT.
Martin menjelaskan, ASPERDA juga menawarkan bantuan dan dukungan jika pihak keluarga Korban membutuhkan pendampingan hukum.
ASPERDA berharap pihak Kepolisian dapat segera menangkap para pembunuh yang mengeroyok dan membantai Korban beserta 3 rekannya, sebab para pelaku pembantai terlihat jelas di video viral saat terjadinya pembunuhan dan pembantaian brutal ini.
Dalam kesempatan itu, kedatangan Ketua DPD ASPERDA Jabodetabek Ricky Aridiyawan dan Divisu Bisnis Martin ke rumah Korban, juga didampingi jajaran pengurus ASPERDA lainnya seperti Penasehat Organisasi Karyono,
Pengawas Organisasi Slamet, Sekretaris ASPERDA Jabodetabek Apri Siswanto, Div. Bisnis Obet Syam, Div. Keanggotaan Wasis, Div Keamanan Tisna dan Div. sosial Rahman.
ASPERDA Jabodetabek menjadi salah satu organisasi pengusaha rental mobil beranggotakan lebih dari 77 perusahaan rental mobil di Jabodetabek yang concern terhadap kasus pembantaian, pembunuhan dan fitmah keji terhadap korban di Pati, Jawa Tengah.
Di lingkup nasional DPP ASPERDA beranggotakan lebih dari 500 perusahaan rental mobil di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Kronologis Terjadinya Pembunuhan pada Bos Rental
Diketahui, Pembantaian dan pembunuhan terhadap Bos rental mobil asal Jakarta ini terjadi setelah Korban dikeroyok oleh sejumlah oknum warga di wilayah Sumbersoko, Sukolilo, Pati, Jawa Tengah .
Peristiwa bermula ketika BH dan tiga orang lainnya yakni, SH (28), KB (54) serta AS (37) mencari mobil rental yang hilang. Berdasarkan penelusuran GPS yang mereka lakukan, mobil itu ada di wilayah Sukolilo.
Mereka lantas berangkat ke lokasi untuk mencari keberadaan mobil tersebut. Mereka tiba di Sukolilo pada Kamis sekitar pukul 13.00 WIB dan menemukan mobil yang dicari. Kemudian, mereka berupaya mengambil mobil dengan kunci cadangan. Namun, dengan biadab, oknum warga yang tengah melintas dan melihat BH dan 3 orang lainnya dengan segera meneriaki Korban dan rekan2nya sebagai maling hingga masa berdatangan.
Akibatnya keempat orang itu diamuk massa hingga babak belur. BH meninggal dunia di tempat, sedangkan 3 rekannya mengalami luka parah dan masih dirawat acara intensif. Belum cukup sampai disitu, dengan biadabnya, pada oknum warga juga membakar habis mobil korban.
Para Tersangka Sudah di Amankan.
Saat Jajaran kegiatan Polres Pati sedang bekerja keras menuntaskan kasus ini segera menangkap dan menetapkan 4 orang sebagai tersangka, termasuk terduga penyewa mobil Rental BH. Polisi menyebutkan, masih ada kemungkinan dilakukan penangkapan dan penambahan penetapan tersangka lainnya.






