INAnews.co.id, Jakarta– Salah satu petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Depok buka “aib” di tempat kerjanya. Viral.
“Aib” dibongkar karena berkaitan dengan kinerjanya sebagai petugas damkar.
“Aib” yang dimaksud adalah, rusaknya alat penunjang kerja, seperti gergaji mesin.
Menurut pengakuan petugas damkar yang viral tersebut, alat gergaji mesin itu sudah lama rusak dan belum juga diperbaiki. Padahal sudah diadukan ke dinas terkait.
“Kami sudah bikin nota dinas berbulan-bulan yang lalu. Tapi belum dibenahi. Mohon maaf untuk warga Kota Depok,” pengakuannya.
Lainnya, adalah tidak berfungsinya rem tangan kendaraan damkar sebagaimana mestinya. Sampai-sampai petugas yang dalam video itu, mengirim pesan satire agar diperhatikan oleh dinas.
“Untuk warga Kota Depok, apabila pemadam lagi ada di jalan, tolong jangan di belakang dan jangan di depan, karena rem tangannya jebol. Ini rem tangannya ‘dobol’. Iya, rem tangan tidak berfungsi,” kata petugas itu, sembari memegang rem tangan.
Persis, terkait itu pun, petugas itu sudah melaporkannya ke dinas agar diperbaiki. Namun, belum sesuai harapan.
“Kalau dikata untuk lapor, kami sudah melapor kemarin, ya. Sama seperti kemarin solar ya, bapak, diramaikan dulu baru dibenahi,” ia menegaskan.
Dipanggil Dinas karena Viral
Pembongkaran “aib” oleh petugas yang belakang diketahui sebagai Sandi Butar Butar akhirnya sampai di telinga dinas. Sandi pun dipanggil oleh Dinas karena “aksinya” itu.
Namun Sandi tidak sendiri yang dipanggil dinas. Ada tiga orang lainnya. Mereka adalah Ade Hidayat, Harbi Asdiki, dan Ridwan.
Mereka berempat dipanggil dinas dalam agenda: Pembinaan PKTT. Dipanggil hari ini, Selasa (23/7/2024), di Ruang Kepala UPT Damkar Cimanggis, pukul 11.00 WIB.
Surat panggilan yang bernomor 824/005/07-UPT Cimanggis, ditandatangani Kepala UPT Cimanggis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dede Kurnia.
Belum dapat dipastikan apakah surat yang beredar berkaitan dengan apa yang disampaikan petugas damkar di atas. Sebab, surat itu viral di media sosial.
Terkait pemanggilan, Sandi mengkritisinya. Sandi mengkritisi karena teman-temannya dilibatkan-ikut dipanggil.
“Untuk para pejabat dinas pemadam kebakaran (damkar), Anda harus berjiwa besar dan berjiwa satria, untuk tidak memanggil teman-teman saya. Limpahkan kesalahan terhadap saya. Saya siap menanggungnya,” demikian kata petugas itu, lewat video yang beredar dilihat INAnews.co.id, Selasa (23/7/2024).
“Dan saya ingin pemeriksaan tersebut terbuka. Undang media dan masyarakat. Kumpulkan kami di lapangan,” tambahnya.
Tanggapan Kepala Dinas Damkar
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Adnan Mahyudin menanggapi “aib” yang dibongkar oleh anak buahnya. Ia pun menjelaskan duduk perkara atas hal yang dibongkar tersebut.
Soal peralatan atau gergaji mesin rusak yang belum juga diperbaiki atau diganti, tampaknya soal waktu.
“Telah dilakukan pendataan dan telah melakukan rencana pembelanjaan. Mengingat pembelanjaan menggunakan uang negara, maka pada prosesnya harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat,” ujar Adnan, Senin (22/7/2024), dikutip viva.co.id.
Adnan menjelaskan, pengadaan alat baru bisa direalisasikan setelah dilakukan pengajuan.
“Itu sudah sesuai dengan aturan yang ada sehingga alat yang dibeli tidak dapat cepat. Kan mekanismenya semua harus mengajukan, ini uang negara dan kami harus bertanggung jawab dalam penggunaannya,” terangnya.
Soal rem tangan yang tak berfungsi sebagaimana mestinya, pihaknya tidak membantah. Bahkan ia mengakui ada dua mobil yang mengalami kerusakan dan sedang menunggu sparepart-nya.
Namun, masyarakat dimintanya jangan cemas terhadap kendaraan mobil DPKP Kota Depok yang rusak. Pasalnya, pada pelaksanaan di lapangan tidak mengalami kendala.
Mengenai kondisi kendaraan tersebut, Adnan menjelaskan pihaknya sudah melakukan perawatan secara berkala pada mobil Damkar di bawah penanganan bidang sarana dan prasarana. Melakukan perawatan mesin, oli, dan sejumlah alat pendukung pada mobil Damkar.
“Perawatan tidak hanya kopling, rem tangan, mesin, rotator, tapi kami juga ada mesin PTO untuk mengambil air di belakang mobil,” kata Adnan.
Perlu diketahui, bahwa DPKP Kota Depok memiliki 29 unit mobil pemadam untuk menunjang pelaksanaan operasional.
Adnan menjelaskan bahwa setiap UPT DPKP Kota Depok disiagakan tiga unit mobil pemadam. Apabila satu unit mengalami gangguan, terdapat unit lainnya yang dapat difungsikan.
Selain itu, apabila terjadi kebakaran, kata dia, pada pelaksanaannya setiap UPT akan membantu melakukan pemadaman.






