Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

METRO

Pengajar Unair Melakukan Aksi Solidaritas untuk Prof BUS

badge-check


					Foto: Profesor Bedah Saraf Prof Dr dr Abdul Hafid Bajamal SpBS (K) saat orasi aksi peduli Prof BUS, di Unair Surabaya/tangkapan layar Perbesar

Foto: Profesor Bedah Saraf Prof Dr dr Abdul Hafid Bajamal SpBS (K) saat orasi aksi peduli Prof BUS, di Unair Surabaya/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Pengajar Universitas Airlangga (Unair) melakukan aksi solidaritas untuk Prof BUS (Budi Santoso), karena dicopot dari kursi dekan fakultas kedokteran. Aksi dilakukan di FK Unair Kampus A di Surabaya, Kamis, 4 Juli 2024.

Salah satu orator dalam aksi, Profesor Bedah Saraf Prof Dr dr Abdul Hafid Bajamal SpBS (K) mengatakan bahwa aksi, di Unair adalah sejarah.

“Kenapa? Selama ini civitas akademika dijadikan katak dalam tempurung. Tahukah saudara, ingar bingar demokrasi, ingar bingar keadaan di luar kampus, tidak ada satu pun aktivitas civitas academika yang bisa dilakukan,” Prof Hafid menyampaikan.

Namun hari ini kata Prof Hafid sudah berakhir. Mulai hari ini, kata dia, pengajar harus berani berbicara.

“Apa yang benar harus kita sampaikan. Apa keadilan harus disampaikan,” tekannya.

Ia mengingatkan pengajar jangan jadi penjilat. Jangan jadi munafik, hanya karena jabatan, takut tidak naik, lalu tidak mau ikut (bersuara).

“Hari ini, semua harus melakukan sikap. Kita harus tegas. Tidak bisa lagi kita main sendiko dawuh. Bukan zamannya sekarang. Kita akademisi!” tegasnya mengingatkan.

Pencopotan Prof BUS disesali olehnya. Pasalnya, Prof BUS bukanlah pelaku asusila, pelanggar hukum, pelaku teror, atau pun koruptor. Hal tersebut diamini para peserta aksi.

Maka menurutnya sudah cukup buat pengajar di Unair, untuk tidak memperjuangkan keadilan atas Prof BUS.

“Kita akan bergerak mulai sekarang. Semua dosen, wakil dekan, dan bagian staf FK saya usulkan untuk mogok mengajar mulai hari ini, setuju? Sampai Prof BUS dikembalikan ke tempatnya,” tandasnya.

Pencopotan Prof diduga ditengarai akibat komentarnya menolak rencana Menkes yang akan mendatangkan dokter asing ke Indonesia, yang dianalogikan seperti naturalisasi di dunia sepak bola Tanah Air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI