Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

UPDATE NEWS

Permintaan Maaf Ketum PBNU atas Kepergian Lima Nahdliyin ke Israel

badge-check


					Foto: Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kiri) saat konferensi pers soal lima nahdliyin yang ke Israel, dok. Jawa Pos Perbesar

Foto: Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kiri) saat konferensi pers soal lima nahdliyin yang ke Israel, dok. Jawa Pos

INAnews.co.id, Jakarta– Permintaan maaf Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Staquf atas kepergian lima nahdliyin ke Israel disampaikan tadi siang, Selasa (16/7/2024), di Gedung PBNU, Jakarta.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa hal tersebut sebagai tindakan yang tidak patut di tengah kondisi Palestina saat ini.

Ia menjelaskan kelima orang itu ada 1 dosen UNUSIA, 1 dari Pagar Nusa, 1 dari PWNU Jakarta, dan juga 2 dari Fatayat NU.

Berdasarkan info yang PBNU terima, mereka melakukan kegiatan pertemuan-pertemuan disana tanpa mengetahui awalnya akan bertemu Presiden Israel.

Oleh karenanya PBNU telah menghimbau kepada seluruh kader NU untuk berhati-hati dalam bersikap dalam isu-isu yang sensitif ini.

Mengenai sanksi, tentu akan diproses melalui lembaga masing-masing. Tentu hal ini melanggar, karena jelas, segala aktivitas mengenani engagement internasional seharusnya berada pada kebijakan PBNU.

Saat konferensi pers, Gus Yahya didampingi Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf, Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Syamsul Maarif, Rektor UNUSIA, Juri Ardiantoro, Ketua Umum Pagar Nusa, Nabil Haroen, dan Bendahara PP Fatayat NU, Wilda Tsururoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Populer NASIONAL