Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

DAERAH

Tak Ditangani dengan Baik, Warga Tumpahkan Sampah di Kantor Bupati

badge-check


					Foto: truk menumpahkan sampah di halaman Kantor Bupati Sintang, viral di media sosial/tangkapan layar Perbesar

Foto: truk menumpahkan sampah di halaman Kantor Bupati Sintang, viral di media sosial/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Warga Sintang, Kalimantan Barat merasa kesal dengan Pemerintah Daerah karena sampah tidak ditangani dengan baik atau maksimal. Warga pun menumpahkan sampah ke Kantor Bupati Sintang dengan menggunakam truk.

Aku sudah satu bulan lebih sampah di depan rumahku enggak pernah digubris. Jadi hari ini saya pindahkan. Saya pindahkan supaya tahu pemerintah juga kami nih menikmati sampah di depan tak enak,” kata salah satu warga dalam video viral di media sosial.

“Jadi saya udah kasih tahu kemarin kepada Pemerintah Daerah supaya sampah-sampah tuh ditangani. Di depan rumahku numpuk itu—jalan hutan wisata itu semuanya numpuk,” keluhnya.

Kalau tidak ditanggapi atas kejadian ini, warga ancam akan mengirimkan sampah lebih banyak lagi ke kantor bupati.

“Sampah yang ada di Sintang semua akan kami angkut semua ke sini. Di mana-mana numpuk. Belum ada solusi dari pemerintah,” ancamnya.

Warga melakukan itu sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten supaya sampah yang ada di Kabupaten Sintang ini segera ditangani dengan cepat.

“Kita tumpahkan juga ke Gedung DPRD. Ini bentuk protes kami. Manakaah tidak ditangani pemerintah, akan banyak lagi sampah di sini. Bisa menjadi TPA di sini. Sebab kami tidak nyaman dengan bau sampah,” paparnya.

Soal Pemerintah Kabupaten mengatakan bahwa warga tidak membuang sampah pada tempatnya, dibantah warga lain.

“Faktanya sejak 2021 TPS-TPS ditutup warga karena tidak diurus. Sampah menumpuk di mana-mana. Pencemaran di mana-mana. Jadi warga sekitar dan warga pemilik tanah menutup TPS sehingga muncullah pembuangan-pembuangan ke tempat seperti ini,” katanya.

Itu pun kata dia, tidak ada tindakan pemerintah untuk menangani sampah.

“Makanya harus dibuat begini dulu. Ini pun kita tidak yakin, mereka mampu enggak tangani sampah ini. Kalaupun ini tidak mampu, kita angkut (sampah) ke rumah bupati sampai ke kamar-kamarnya,” pungkas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Populer GERAI HUKUM