INAnews.co.id, Jakarta– Dalam diskusi Forum Komunikasi Industri Pertahanan (Forkominhan) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait pembangunan kemandirian Industri Nasional Strategis (INHAN), muncul salah satu usulan yang signifikan. Yakni pembentukan cluster INHAN sebagai langkah strategis untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) mirip dengan KEK untuk kesehatan di Bali dan pendidikan di Tangerang Selatan.
Usulan ini pun diharapkan dapat memperkuat integrasi dan keberlanjutan industri pertahanan nasional.
Sebelum itu, dalam diskusi, Menperin menyoroti isu penting terkait pembangunan kemandirian industri pertahanan nasional dengan membahas berbagai aspek strategis untuk memajukan sektor industri strategis Nasional. Ia pun menyambut baik atas kehadiran Forkominhan.
“Pentingnya peran Forkominhan sebagai lembaga think tank yang memberikan masukan dan kajian penting bagi pemerintah serta industri pertahanan demi mencapai kemandirian bangsa.” ujar Menperin Agus Gumiwang.
Marsekal Madya (Purn) Eris Herryanto menggarisbawahi relevansi kehadiran Forkominhan sebagai lembaga non profit, berperan untuk dapat mengisi kekosongan komunikasi antar pemangku kepentingan dalam ekosistem industri pertahanan mengacu pada kebijakan UU No. 16 tahun 2012 dan PP 76 tahun 2014.
Tindak lanjut dari pertemuan ini mencakup rencana untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai pembentukan cluster INHAN dengan melibatkan tim gabungan antara Kemenperin dan Forkominhan.
Sekjen Kemenperin ditugaskan untuk mempersiapkan pertemuan lanjutan dengan Forkominhan dalam waktu maksimal satu bulan untuk merumuskan langkah-langkah strategis lebih lanjut.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk terus berkoordinasi guna memastikan langkah-langkah strategis yang telah disepakati dapat segera diimplementasikan demi mendukung akselerasi pembangunan industri pertahanan nasional.
Harapannya, langkah-langkah ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam menghadapi tantangan dan memperkuat kedaulatan industri pertahanan Indonesia.
Selain itu diskusi yang intensif di antara para peserta juga membahas berbagai isu-isu krusial pembangunan Industri Pertahanan Nasional, termasuk alokasi anggaran yang stagnan, dominasi BUMN dalam industri pertahanan, serta kebutuhan akan peningkatan riset dan pengembangan.






