Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

SOSIAL

Dewan Dakwah Seru Ini ke Umat Islam atas Kematian Haniyeh

badge-check


					Foto: gedung DDII, Jakarta, dok. hidayatullah Perbesar

Foto: gedung DDII, Jakarta, dok. hidayatullah

INAnews.co.id, Jakarta– Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) seru perjuangan total melawan Zionis Israel, buntut dari kematian Pemimpin Politik Hamas, Ismail Haniyeh.

Respons lewat seruan ini, DDII lakukan karena umat Islam bahkan umat manusia seluruhnya sedang menghadapi satu kaum yang sangat kejam, biadab, licik, khianat, dan degil. Zionis Israel mengancam keselamatan dan perdamaian dunia.

“DDII menyerukan perjuangan total melawan Zionis Israel yang telah membunuh Pemimpin Palestina Ismail Haniyah dan puluhan ribu rakyat Palestina,” demikian pernyataan sikap resmi DDII yang diterima media, Kamis (1/8/2024).

Ada lima bentuk perjuangan total melawan Zionis Israel yang ditawarkan DDII. Pertama, terus mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah agar saudara-saudara kita di Palestina diberikan kesabaran dan kemenangan oleh Allah dalam melawan kaum zionis.

Kedua, terus menyalurkan bantuan melalui lembaga-lembaga terpercaya, sebab perjuangan melawan kaum zionis dan para pendukungnya masih panjang.

Ketiga, terus melakukan aksi boikot semampu kita terhadap berbagai produk yang terindikasi memberikan dukungan kepada kaum zionis.

Keempat, terus menjauhkan diri dan keluarga dari pemikiran-pemikiran dan pendidikan yang menanamkan sifat-sifat kaum Yahudi sebagaimana disebutkan dalam Alquran, seperti paham materialisme, sekularisme, liberalisme, rasisme, dan sebagainya.

Terakhir atau kelima, terus jalin ukhuwah dan meningkatkan kerjasama dengan seluruh komponen umat Islam dan bangsa Indonesia agar segera tercapai tujuan kemerdekaan Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Populer NASIONAL