INAnews.co.id, Jakarta– Sejumlah aktivis, pemuka agama, pemerhati, dan lain-lain, Kamis (15/8/2024), melaksanakam konferensi pers terkait rencana aksi memperingati Hari Konstitusi yang akan digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Ahad (18/8/2024). Mereka yang hadir di antaranya Marwan Batubara (Presidium Front Penegak Daulat Rakyat/FPDR).
Dalam keterangannya, Marwan mengatakan bahwa aksi pada Ahad nanti, adalah aksi keprihatinan karena selama dipimpin oleh Presiden Jokowi hampir 10 tahun, tidak patuh, tidak tunduk pada konstitusi sehingga menyebabkan banyak hal pelanggaran.
Pelanggaran yang dimaksud dia adalah Pancasila, yang menurutnya sudah dikangkangi oleh Presiden Jokowi.
“Partai politik disandera untuk dikuasai,” kata Marwan.
Lainnya dan senada dengan Marwan adalah Paulus Yanuar (Presidium Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat/GPKR), yang menyatakan bahwa aksi nanti adalah bentuk keprihatinan terhadap penyelewengan konstitusi dan UUD 1945. Ia menyinggung Pembukaan UUD 1945. Dimana tidak dijalankannya cita-cita bangsa oleh Jokowi.
Menurut Edwin Sukowati (Presidium Gerakan Kembali ke UUD 1945/G45), aksi nanti adalah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang belum terealisasi selama Jokowi berkuasa.
“Hampir 10 tahun Jokowi berkuasa, tidak mewujudkannya. Jokowi melakukan sebaliknya. Tidak sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Dia (Jokowi) melakukan pengkhianatan terhadap konstitusi dan UUD,” kata Edwin.
Aksi rencana akan berlangsung pada pukul 10.00 WIB hingga selesai. Tim Pelaksana Aksi, Sabriati Azis mengajak berbagai elemen untuk turut serta mengikutk aksi memperingati Hari Konstitusi nanti.






