Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

NASIONAL

Partai Negoro Harap Tiga Parpol Tidak Goyah Dukung Anies

badge-check


					Foto: pengurus Partai Negoro di acara Konsolidasi Melawan Penjegal Anies di Jakarta, Ahad (11/8/2024) Perbesar

Foto: pengurus Partai Negoro di acara Konsolidasi Melawan Penjegal Anies di Jakarta, Ahad (11/8/2024)

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum Partai Negoro Faizal Assegaf berharap tiga partai tidak goyah dalam mendukung AniesRasyid Baswedan. Hal tersebut disampaikan Faizal ketika di acara Konsolidasi Melawan Penjegal Anies, Ahad (11/8/2024), di Jakarta.

Partai yang dimaksud Faizal adalah NasDem, PKB, dan PKS. Ketiga parpol tersebut diketahui mendukung Anies untuk cagub di Jakarta.

Faizal berharap demikian karena belakangan dianalisis olehnya, ada pihak-pihak yang ingin menjegal Anies agar gagal dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta.

Pihak-pihak yang dimaksud oleh Faizal adalah, dengan inisial A, D, dan J. Ketiga inisial ini dikatakannya telah ada di kantong Partai Negoro.

Faizal pun berencana menggalang kekuatan sebagai upaya untuk menggagalkan penjegalan yang diduga akan dilakukan oleh tiga inisial tersebut.

“Kami bakal buat panitia nasional mengawal Anies dan kami pastikan bersama-sama memiliki hak suara. Seperti yang diberikan kepada PKB, PKS dan NasDem untuk didaftarkan ke KPUD Jakarta,” ujarnya.

Istana dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) diduga tengah berupaya menjegal Anies maju di Pilkada Jakarta. Upayanya dengan cara menggembosi dukungan parpol penyokong Anies seperti PKS, PKB dan NasDem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL