INAnews.co.id, Jakarta– Protes rakyat Bangladesh pada Ahad, minta Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina mundur melanda seluruh negeri. Atas hal itu, setidaknya 93 orang meninggal dunia. Demikian diberitakan Anadolu, dikutip Antara.
Demonstran yang sebagian besar dipimpin oleh mahasiswa berencana untuk mengadakan pawai panjang ke Dhaka pada Senin tetapi pemerintah telah memberlakukan jam malam tanpa batas waktu untuk menggagalkan demonstrasi semacam itu.
Perdana Menteri Hasina pada Minggu mengancam akan menggunakan tindakan keras terhadap mereka yang melakukan terorisme atau menyebarkan anarki di negara tersebut.
Bangladesh telah menyaksikan gelombang demonstrasi besar-besaran sejak awal Juli. Para demonstran yang semula menuntut reformasi dalam pekerjaan publik kini menuntut pengunduran diri Hasina.
Selama tiga pekan terakhir, negara Asia Selatan berpenduduk sekitar 170 juta itu berada dalam kekacauan akibat gelombang protes yang dipimpin mahasiswa yang menuntut reformasi terhadap kuota pekerjaan pemerintah.
Kendati pemerintah akhirnya membuat perubahan pada sistem kuota, tanggapan kekerasan terhadap protes tersebut menewaskan setidaknya 200 orang. Sebagian besar adalah mahasiswa dan warga masyarakat.*






