INAnews.co.id, Jakarta– Silaturahmi Kebangsaan 14 Oktober 2024 yang akan diselenggarakn di Balai Sudirman, Jakarta, akan dihadiri ratusan tokoh.
Ratusan tokoh itu datang dari berbagai latar belakang. Ada aktivis, buruh, mahasiswa, petani, jurnalis, elit-elit partai politik, dan lain-lain.
Disampaikan Ketua Pelaksana Silaturahmi Kebangsaan 14 Oktober 2024, Faizal Assegaf, bahwa acara minggu depan itu merupakan gelombang besar kesadaran moral jelang 20 Oktober 2024, yang dari berbagai simpul, disatukan dalam tema: Ketemu, Kompak, Bergerak.
“14 Oktober 2024 nanti adalah pertemuan dalam skala besar yang tidak bisa dibatasi. Ini peristiwa besar dari berbagai kelompok jelang lengsernya Mulyono 20 Oktober 2024,” Faizal menyampaikan saat konferensi pers, di Cikini, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Muhammad Said Didu yang turut hadir dan kemungkinan bagian dari panitia acara mengatakan 14 Oktober 2024 adalah untuk mengembalikan marwah bangsa dan negara ini dari kita, orang-orang yang punya integritas, menegakkan kebenaran untuk menyelamatkan bangsa ke depannya.
14 Oktober kata Didu, juga sebagai titik awal kita untuk meminta rezim Jokowi bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan selama hampir 10 tahun.
“Saya ingin tanggal 14 nanti seperti tanggal 22 Agustus, di mana rakyat tumpah ruah di DPR, untuk menyelamatkan bangsa ini dari keinginan dinasti Jokowi yang mau terus berkuasa,” ujarnya.
Sementara itu pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan bahwa tanggal 14 nanti adalah semacam cut antara masa lalu dengan masa akan datang. “Tapi kita akan selesaikan masa lalu itu. Yakni jangan lantik fufufafa,” ujar Refly.
Refly berharap di tanggal 14 nanti, ada kebebasan. Ia menyinggung kebebasan di rezim Jokowi yang cenderung menyempit. “Kita bisa lihat dari indikator internasional soal demokrasi kita yang cacat,” kata dia.
“Di tanggal 14 nanti juga adalah kesederajatan, kesetaraan karena kita tidak ingin bangsa ini dikotak-kotak lagi,” imbuhnya.
Faizal dan lainnya mengajak masyarakat untuk turut membersamai, untuk mengucapkan selamat jalan kepada Mulyono dan selamat datang kepada jalan perubahan.
Hadir selain nama-nama di atas saat konferensi pers: Alip Purnomo (Sekjen Partai Negoro), Roy Suryo (pakar telematika), Ruslan Buton, Syarifah Olvah Bwefar Alhamid (model dari Papua Barat), Nurhayati Assegaf (ex Anggota DPR RI), dr. Tifa (pegiat media sosial), dan lain-lain.






