INAnews.co.id, Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imipas) kirimkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi terdampak erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Acara pelepasan bantuan dilaksanakan di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin, 25 November 2024.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto memimpin pelepasan bantuan ini menyampaikan selalu memberikan dukungan nyata kepada saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi panggilan hati untuk bersama-sama melewati masa sulit ini,” ujarnya
Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok berupa 25 ton beras, 200 dus susu formula, 12.500 bungkus mie instan, 2.500 biskuit, 2.500 abon, 2.500 paket obat-obatan, 2.500 paket selimut, 3.500 perlengkapan pakaian, dan 200 dus air mineral.
Bantuan ini akan diangkut menggunakan Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dan disalurkan melalui Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Wilayah VII di NTT.
Nantinya akan dilanjutkan oleh PMBB (Pusat Mitigasi dan Bantuan Bencana) dan tim terkait di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI, jajaran TNI Angkatan Udara dan Angkatan Laut, serta semua pihak yang membantu memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan ini. Semoga sedikit kontribusi ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan membantu mereka bangkit kembali,” tambah Agus Andrianto
Erupsi Gunung Lewotobi yang terjadi pada 4 November 2024 telah menimbulkan kerugian besar.
Sebanyak 10 orang meninggal dunia, 63 orang terluka, dan lebih dari 12.200 warga dari 14 desa terpaksa mengungsi.
Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat hingga akhir Desember 2024, sementara Pos Pemantauan Gunung Api terus mengawasi potensi ancaman lanjutan, termasuk risiko banjir lahar.
Bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil donasi dari insan Kementerian Imipas sebagai wujud kepedulian terhadap sesama anak bangsa.
“Hati kami bersama masyarakat Kabupaten Lembata. Kami berharap mereka segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Agus Andrianto.
Reporter : Kevin






