Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Tim Pengabdian Masyarakat SKSG UI Melakukan Pemetaan Industri Tradisional Skala Kecil & Menengah di Jawa Timur & Pulau Madura

badge-check


					Tim Pengabdian Masyarakat SKSG UI Melakukan  Pemetaan Industri Tradisional Skala Kecil & Menengah  di Jawa Timur & Pulau Madura Perbesar

INAnews.co.id, Pamekasan  -Para Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2024 kembali melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) di Jawa Timur.

Kali ini judul Pengmas yang diusung adalah Community Development 2024: Pemetaan Industri Tradisional. Skala Kecil & Menengah (Jawa Timur & Pulau Madura).

Tim Pengmas yang dipimpin oleh Henny Saptatia Drajati Nugrahani, M.A., Ph.D mengikutsertakan tiga orang mahasiswa jenjang magister dan enam orang Dosen SKSG-UI dengan latar belakang kepakaran yang beragam.

Jawa Timur dan Pulau Madura dipilih sebagai wilayah tujuan pengmas karena secara umum, industri kecil dan menengah provinsi ini menunjukkan pertumbuhan yang positif. Industri unggulan yang saat ini marak dikembangkan, diantaranya adalah industri pengolahan daging dan susu, industri pengolahan kopi dan kakao, industri makanan dan minuman, industri pengolahan hasil laut, industri tekstil dan alas kaki, dan industri kertas, industri pengolahan kayu, bahkan hingga industri-industri seperti: industri kimia dasar, industri logam dasar, industri barang galian bukan logam.

Di Jawa Timur juga berkembang industri farmasi, obat kimia dan obat tradisional, industri barang dari karet dan plastik, industri peralatan listrik, industri mesin dan perlengkapan, dan industri alat angkut.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2024 ini para pengabdi SKSG-UI ini melakukan pemetaan terhadap industri produk tradisional dari industri berskala kecil dan menengah, yang jumlah tenaga kerjanya antara 5-19 orang untuk industri kecil, dan jumlah tenaga kerjanya 20-99 orang untuk industri menengah.

Tim Pengmas tertarik pada Kabupaten Pamekasan karena kemajuannya yang pesat dalam hal industri kecil dan menengah. Pamekasan memiliki luas 79.230 ha dan terdiri dari 13 Kecamatan dan 189 Desa. Kecamatan Pamekasan merupakan ibu kota Kabupaten yang berbatasan dengan Laut Jawa di Utara, Selat Madura di Selatan, Kabupaten Sampang di Barat, dan Kabupten Sumenep di Timur. Pamekasan mendapat sebutan sebagai Kota Batik, juga kota Jamu. Menurut Tim Pengmas SKSG-UI Pemerintah Kabupaten Pamekasan melakukan langkah yang sangat strategis dengan menjalankan program penting yang dapat mendorong berkembangnya industri kecil dan menengah, yaitu “one village one product”.

Industri di Pamekasan yang mendapat perhatian pada kegiatan Pengmas kali ini adalah industri jamu tradisional yang dikembangkan secara luas oleh masyarakat Pamekasan. Di Pamekasan industri jamu tradisional dimasukan dalam kategori industri makanan. Jumlah pembuat jamu Madura baik yang industri mikro, kecil maupun sedang hingga saat ini belum terdata dengan baik. Sangat banyak industri mikro produser jamu Madura yang merupakan usaha rumahan atau usaha rumah tangga.

Diantara jamu-jamu tersebut adalah: Jamu kesehatan untuk ibu dan anak, Jamu kesehatan dan kebugaran untuk pasangan suami-istri, Jamu untuk Sapi Karapan, dan lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat di pamekasan perlu mendapat pendalaman atau dilakukannya kegiatan lanjutan mengingat sektor ini sangat menarik untuk dikembangkan dan Universitas Indonesia, dalam hal ini SKSG, perlu menjadi pelopor dalam hal ini.

Pengabdian masyarakat dilakukan juga di beberapa lokasi di Jawa Timur, yaitu: Probolinggo, Lumajang dan Jember. Karakteristik ketiga kota ini cukup beragam. Karaktaristik sosial penduduk Kota Probolinggo adalah bahwa masyarakat Probolinggo sebagian besar berasal dari budaya agraris (petani dan nelayan) dan berkembang menjadi masyarakat urban. Mereka mengembangkan industri mikro, kecil dan sedang dari karakteristik budaya masyarakat.

Kota Probolinggo terletak di wilayah yang disebut dengan istilah Tapal Kuda, dan menjadi jalur utama Pantai Utara yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Sedangkan Kabupaten Lumajang juga merupakan salah satu kabupaten yang terletak di kawasan Tapal Kuda Provinsi Jawa Timur. Industri mikro, kecil dan menengah di Lumajang yang mendapat fokus adalah industri makanan olahan dari aneka jenis pisang, tembakau, makanan dan minuman olahan dari susu.

Ketua Tim Pengmas SKSG-UI, Henny Saptatia Drajati Nugrahani, M.A., Ph.D menekankan pentingnya memberi perhatian pada wilayah-wilayah yang esensial di Jawa Timur. Selain kota Probolinggo dan kota Lumajang, pada tahun 2024 ini Penmgmas difokuskan juga pada kota Jember yang merupakan ibukota Kabupaten Jember, yang terletak di tengah-tengah wilayah Tapal Kuda Provinsi Jawa Timur.

Perekonomian Jember ditunjang oleh sektor pertanian, dan sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani. Di Jember terdapat banyak area perkebunan yang dikelola oleh PTP Nusantara, Tarutama Nusantara (TTN), dan Perusahaan daerah yaitu PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan). Kabupaten Jember terkenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau utama di Indonesia. Tembakau Jember adalah tembakau yang digunakan sebagai lapisan luar/kulit cerutu. Di pasaran dunia tembakau Jember sangat dikenal di Jerman dan Belanda. Jember dikenal sebagai Kota Tembakau karena hasil komoditas utama adalah Tembakau. Selain itu Jember disebut Kota Cerutu, yang kualitas cerutunya sudah mendunia.

Jember juga mengembangkan industri Batik. Batik Jember memiliki motif dan corak berbeda dengan batik Solo dan Jogja. Batik ini memiliki corak yang khas, yakni bermotif daun tembakau. Daun tembakau adalah ciri khas Jember, yang menjadi penanda bahwa kota ini adalah salah satu kota penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Tim Pengmas SKSG-UI telah mengeksplorasi industri Batik rumahan di pedesaan-pedesaan dan industri menengah seperti Rumah Batik Rolla di Kecamatan Patrang yang semuanya menjadikan gambar-gambar komoditas unggulan Jember sebagai motif Batik, yaitu motif daun tembakau, batang tembakau, motif bunga tembakau, bahkan di industri-industri Batik rumahan di desa-desa banyak pula ditemukan batik tulis motif pohon kopi atau batang dan buah kopi, demikian juga dengan motif cokelat, dan buah naga.

Seluruh kekayaan kebudayaan Jawa Timur yang terekam dalam industri-industri produk tradisional, baik skala mikro, kecil dan menengah memerlukan perhatian bukan hanya dari pemerintah daerah, namun juga dari para pengabdi masyarakat dan peneliti dari Universitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS