Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

Bangun Mitra dengan Negara Lain untuk Menghadapi Perdagangan Global

badge-check


					Foto: dok. Kemenko Perekonomian Perbesar

Foto: dok. Kemenko Perekonomian

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam menghadapi dinamika perdagangan global yang semakin kompleks, Indonesia perlu memperkuat posisinya dalam rantai pasok internasional. Membangun kemitraan erat dengan negara yang memiliki pengalaman dan teknologi maju menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional, mempercepat alih teknologi, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan CEO dan Vice Chairman Federation of Korean Industries (FKI) Kim Chang-beom di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin (17/02).

Dalam pertemuan tersebut, Vice Chairman Kim menyampaikan rencana kunjungan misi bisnis FKI yang akan dilaksanakan pada bulan April 2025 dan meminta dukungan Pemerintah Indonesia untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Misi bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama bisnis dan ekonomi bilateral, khususnya di bidang investasi baru, termasuk ekspansi investasi industri Korea Selatan di Indonesia,” ungkap Vice Chairman Kim, dikutip laman Kemenko Perekonomian, Selasa (18/2/2025).

Misi bisnis akan diikuti oleh sejumlah perusahaan besar Korea yang telah berinvestasi maupun yang hendak mengembangkan investasinya di Indonesia, seperti Lotte Group, Hyundai Motor Company, LG Group, SK Group, Posco Holdings, CJ, EcoPro, Doosan Enerbility, dan LX International.

Menko Airlangga mengapresiasi dan mendukung rencana tersebut dan mendorong peningkatan realisasi proyek investasi perusahaan Korea di Indonesia.

“Indonesia sangat terbuka bagi perusahaan Korea untuk berinvestasi dan mengembangkan usahanya,” ujar Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa salah satu sektor utama yang dapat dilakukan kerja sama yaitu terkait mineral kritis, di mana investasi Posco dan Lotte di Indonesia cukup signifikan dan masih berpeluang untuk semakin dikembangkan.

Terkait hal tersebut, Vice Chairman Kim juga sepakat untuk memberikan dukungan investasi yang sejalan dengan program prioritas Pemerintah Indonesia seperti rantai pasok kendaraan listrik dan baterai, memfasilitasi kemajuan industri, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja, serta mendukung program ketahanan pangan Indonesia.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga pada pertemuan tersebut yakni Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar

8 Januari 2026 - 12:28 WIB

Populer HUKUM