Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Infrastrukur Dibangun Bukan Sekadar Fisik

badge-check


					Foto: dok. Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Perbesar

Foto: dok. Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

INAnews.co.id, Jakarta– Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar fisik tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Hal ini ditekankan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam diskusi publik “100 Hari Kabinet 100 Menteri”, yang diselenggarakan oleh Majelis Nasional KAHMI di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada ketahanan pangan, energi, dan air, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo. Salah satu contoh konkret yang ia soroti adalah pembangunan bendungan yang tidak hanya sebagai penyedia air, tetapi juga sebagai penopang produktivitas pertanian. Demikian dilansir laman Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Menko AHY menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun harus saling terintegrasi agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Perencanaan yang tidak menyeluruh, menurutnya, bisa menghambat pencapaian tujuan pembangunan.

Diskusi ini juga menjadi momen peluncuran buku “Mewujudkan Asta Cita Prabowo”.

Acara turut dihadiri oleh Ketua Tim Penulis Buku, Prof. Dr. Rizal Edi Halim; Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Herman Khaeron; Rektor Universitas Insan Cita, Prof. Laode; serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL