INAnews.co.id, Jakarta– Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar fisik tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Hal ini ditekankan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam diskusi publik “100 Hari Kabinet 100 Menteri”, yang diselenggarakan oleh Majelis Nasional KAHMI di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada ketahanan pangan, energi, dan air, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo. Salah satu contoh konkret yang ia soroti adalah pembangunan bendungan yang tidak hanya sebagai penyedia air, tetapi juga sebagai penopang produktivitas pertanian. Demikian dilansir laman Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menko AHY menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun harus saling terintegrasi agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Perencanaan yang tidak menyeluruh, menurutnya, bisa menghambat pencapaian tujuan pembangunan.
Diskusi ini juga menjadi momen peluncuran buku “Mewujudkan Asta Cita Prabowo”.
Acara turut dihadiri oleh Ketua Tim Penulis Buku, Prof. Dr. Rizal Edi Halim; Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Herman Khaeron; Rektor Universitas Insan Cita, Prof. Laode; serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra.*






