Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

GAYA HIDUP

Percepat Deteksi TB dengan AI, MoU Kemenkes dengan Perusahaan Teknologi

badge-check


					Foto: dok. Kemenkes Perbesar

Foto: dok. Kemenkes

INAnews.co.id, Jakarta– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi Qure.ai untuk mempercepat deteksi dini Tuberkulosis (TB) menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam pencitraan sinar-X dada. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital sektor kesehatan guna meningkatkan efisiensi layanan dan mempercepat diagnosis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemanfaatan AI dalam sistem kesehatan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.

“Teknologi berbasis AI ini akan membuka peluang besar untuk menganalisis data medis dengan lebih cepat dan akurat, memberikan dampak positif baik bagi pasien maupun tenaga medis,” ujar Menkes saat menyaksikan penandatanganan MoU di Jakarta seperti dikutip laman Kemenkes, Kamis.

Dalam kerja sama ini, beberapa langkah strategis akan diterapkan: pertama, AI dari Qure.ai akan digunakan untuk mendeteksi TBC dan penyakit lainnya melalui analisis pencitraan sinar-X dada di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh Kemenkes. Kedua, sistem manajemen dan pelaporan pasien terpusat akan dikembangkan untuk memperkuat surveilans penyakit secara nasional dan mendukung layanan teleradiologi, sehingga tenaga medis di berbagai daerah dapat mengakses hasil skrining secara real-time.

Ketiga, kerja sama ini juga mencakup pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan dukungan teknis bagi tenaga kesehatan dan profesional teknologi informasi.

Sebagai tahap awal, Kemenkes akan mengimplementasikan proyek percontohan (pilot project) di RS Fatmawati dan RS Pusat Otak Nasional (RSPON). Jika proyek ini berhasil, teknologi AI dari Qure.ai akan diperluas ke lebih banyak fasilitas kesehatan yang ditunjuk di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung implementasi yang optimal, diperlukan infrastruktur yang memadai, termasuk koneksi internet stabil, cloud hosting, serta Picture Archiving Communication System (PACS) untuk integrasi dan pengolahan data medis.

Selain mempercepat deteksi dini, teknologi ini juga akan meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi dengan mengurangi ketergantungan pada film sinar-X fisik, serta memungkinkan penyimpanan dan distribusi data medis secara lebih praktis dan terstruktur. Dengan inovasi ini, pasien akan mendapatkan layanan yang lebih cepat, sementara tenaga medis dapat lebih fokus pada perawatan dan pengobatan.

Pemerintah berkomitmen untuk mengeksplorasi peluang pendanaan guna memastikan keberlanjutan adopsi teknologi skrining berbasis AI ini dalam program kesehatan nasional. Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mempercepat eliminasi TBC dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol

23 Februari 2026 - 18:48 WIB

Populer NASIONAL