INAnews.co.id, Jakarta– Malam kemarin (15/04), Menbud Fadli Zon menyaksikan pementasan teater musikal “Imam Al-Bukhari & Sukarno” di Gedung Kesenian Jakarta, kolaborasi Indonesia-Uzbekistan yang diproduksi oleh Katakkurgan Theater dan Yayasan Bumi Purnati. Pertunjukan tersebut mengangkat momen lawatan bersejarah Presiden Soekarno ke Samarkand pada 1961 untuk memuliakan makam Imam Al-Bukhari, sebagai bentuk diplomasi spiritual yang hingga kini turut memperkuat persahabatan kedua negara.
Dalam sambutan, Fadli sampaikan hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan yang terus diperkuat oleh kedekatan sejarah, nilai keagamaan, dan tradisi intelektual. “Saya juga telah 8 kali berkunjung ke Uzbekistan, menziarahi situs-situs penting seperti makam Imam Al-Bukhari, Imam Al-Maturidi, Imam Tirmidzi, dan Bahauddin Naqsyabandi,” aku Fadli di akun X-nya.
“Sejak abad ke-15, terdapat jejak hubungan spiritual kedua negara melalui tokoh-tokoh seperti Maulana Ibrahim As-Samarkandi yang turut menyebarkan Islam ke Nusantara. Terlebih karena Uzbekistan adalah salah satu pusat peradaban dan pengetahuan Islam tertua, tempat lahirnya pemikir besar seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, dan Al-Khawarizmi,” tambahnya.
Selain makam Imam Bukhari di Samarkand, Presiden Sukarno juga mendorong dibukanya kembali Masjid Biru di St. Petersburg yang saat itu tertutup selama rezim Soviet—simbol pelestarian budaya yang melampaui batas geopolitik. “Saya mendukung rencana penempatan plakat memorial di kompleks makam Imam Bukhari yang mengabadikan kontribusi Sukarno dalam merawat warisan peradaban Islam dunia,” dukung Fadli.
Ia pun harap kolaborasi kreatif seperti ini semakin mempererat hubungan kedua negara di bidang kebudayaan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam merawat sejarah, meningkatkan pemahaman, dan memperdalam hubungan antar masyarakat.*






