Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

HIBURAN

Kolaborasi Internasional Kunci Penguatan Ekosistem Film

badge-check


					Kolaborasi Internasional Kunci Penguatan Ekosistem Film Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem perfilman nasional yang tangguh melalui berbagai kolaborasi strategis. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers usai peluncuran program Indonesia-France Film Lab di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kami berkomitmen memperkuat industri film melalui skema Public Private Partnership (PPP) untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tegas Fadli Zon.

Kerja sama dengan Prancis menjadi fokus utama pengembangan sektor kreatif. Kedua negara sepakat meningkatkan kolaborasi melalui:

  • Produksi film bersama
  • Program pelatihan dan residensi seniman
  • Berbagai kegiatan pembinaan pelaku seni

“Indonesia-France Film Lab yang kami luncurkan hari ini merupakan langkah awal untuk memperluas pasar film Indonesia di kancah global,” ujar Fadli.

Program kolaborasi ini melibatkan:

  1. Pertukaran sineas muda Indonesia-Prancis
  2. Workshop pengembangan konten digital
  3. Forum koproduksi film bertaraf internasional

Data Kemenbud menunjukkan industri film Indonesia tumbuh 15% tahun lalu dengan nilai pasar mencapai Rp12 triliun. Melalui berbagai program kolaborasi, pemerintah menargetkan ekspor konten kreatif bisa meningkat 25% pada 2026.

“Kami akan terus mendorong terciptanya ekosistem film yang kompetitif sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional,” pungkas Fadli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar

8 Januari 2026 - 12:28 WIB

Populer HUKUM