Menu

Mode Gelap
Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

KEUANGAN

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini: Menguat

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (26/5/2025). Mata uang Garuda berhasil menembus level Rp 16.100-an per dolar AS, melanjutkan tren positif dari akhir pekan lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber kredibel seperti Bloomberg, Antara, dan CNN Indonesia, rupiah dibuka di zona hijau.

Bloomberg mencatat rupiah pada pukul 09.15 WIB berada di level Rp 16.155 per dolar AS, menguat 62,5 poin atau setara 0,39% dari penutupan sebelumnya di Rp 16.217,5 per dolar AS.

Senada, Antara melaporkan rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini menguat 43 poin atau 0,27% menjadi Rp 16.175 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.218 per dolar AS.

Sementara itu, CNN Indonesia juga melaporkan rupiah bertengger di Rp 16.157 per dolar AS pada pagi hari, naik 60 poin atau 0,37%.

Penguatan rupiah ini sejalan dengan prediksi sejumlah analis pasar uang yang memperkirakan mata uang Garuda akan berpeluang menguat terbatas pada hari ini, berada di rentang Rp 16.140-Rp 16.220 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi, seperti dikutip Metro TV, menjelaskan bahwa sejumlah sentimen global dan domestik memengaruhi pergerakan rupiah awal pekan ini. Salah satunya adalah keputusan Parlemen AS yang meloloskan Rancangan Undang-Undang Pemotongan Pajak.

Kebijakan ini diproyeksikan akan menambah sekitar USD 3,8 triliun pada utang nasional AS, yang sempat menyebabkan penurunan peringkat kredit negara bagian AS dari Aaa menjadi Aa1 oleh Moody’s.

Faktor lain yang memengaruhi pelemahan dolar AS adalah desakan negosiator perdagangan AS kepada Uni Eropa untuk mengurangi tarif sepihak atas barang-barang impor.

Dengan penguatan ini, rupiah menunjukkan ketangguhannya di hadapan dolar AS, memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan domestik di awal pekan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar

8 Januari 2026 - 12:28 WIB

Populer HUKUM