INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (12/6/2025), setelah menguat signifikan pada Selasa lalu. Pergerakan IHSG pagi ini cenderung fluktuatif, mencerminkan sentimen pasar yang beragam dari faktor global maupun domestik.
Menurut data dari Investor Daily, IHSG dibuka lesu, turun sebesar 2,89 poin atau 0,04% ke posisi 7.219,5 pada sesi I. Sepanjang pagi, IHSG bergerak bervariasi di rentang 7.196 hingga 7.223. Sementara itu, ANTARA News Jawa Barat melaporkan IHSG dibuka melemah 10,61 poin atau 0,15% ke posisi 7.211,85.
Data dari Bisnis.com menunjukkan bahwa IHSG sempat dibuka menguat ke level 7.225,23, namun kemudian bergerak fluktuatif. Pada pukul 09:30 WIB, IHSG tercatat di sekitar 7.227,183.
Faktor Penggerak Pasar
Analis pasar, seperti yang dikutip dari Kompas.com, memproyeksikan IHSG hari ini akan menguat terbatas. Senada, Bloomberg Technoz menilai IHSG dibuka fluktuatif cepat dibayangi sentimen global yang beragam.
Beberapa saham yang menunjukkan pergerakan menarik di awal perdagangan antara lain:
Saham PT Sentul City Tbk. (BKSL) dan PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) yang melesat.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga menanjak.
Namun, beberapa saham papan atas justru melemah pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (11/6), dan masih menjadi perhatian hari ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 1,93%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 7,39%, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tercatat turun 3,78%.
Analis dari FAC Sekuritas dalam risetnya yang dikutip oleh Pasardana memperkirakan IHSG cenderung mixed hari ini, dibayangi oleh perkembangan negosiasi perdagangan global, pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan pergerakan kurs rupiah. Kiwoom Sekuritas menyarankan investor untuk memperhatikan level 7.150 sebagai support utama.
Pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (11/6), IHSG ditutup melemah 0,11% atau 8,2 poin ke level 7.222,45. Volume perdagangan mencapai 31,46 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,36 triliun.
Investor diharapkan untuk tetap cermat mencermati perkembangan ekonomi global, khususnya data inflasi dan kebijakan moneter bank sentral utama, serta sentimen domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham.*






