INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, Selasa (17/6/2025), menunjukkan performa positif setelah sempat terkoreksi dalam beberapa hari terakhir. IHSG dibuka menguat signifikan dan melanjutkan tren kenaikan sepanjang sesi perdagangan pagi, didorong oleh sentimen positif dari pasar global.
Berdasarkan pantauan berbagai sumber terpercaya, IHSG berhasil rebound dan bergerak di zona hijau. Pada pembukaan sesi I, IHSG melesat sebesar 45,43 poin atau 0,64% ke posisi 7.163,02. Pukul 11.05 WIB, IHSG tercatat di level 7.171,676, mengalami kenaikan dari posisi penutupan kemarin di 7.117,591. Level tertinggi yang sempat disentuh pagi ini adalah 7.181,467, sementara level terendah berada di 7.145,178.
Penguatan IHSG hari ini tak lepas dari beberapa katalis positif, baik dari dalam maupun luar negeri:
Meredanya Ketegangan Geopolitik: Salah satu faktor utama yang mengangkat kinerja IHSG hari ini adalah meredanya ketegangan di Timur Tengah. Optimisme investor meningkat seiring dengan adanya sinyal-sinyal gencatan senjata, mengurangi kekhawatiran akan eskalasi konflik yang sempat membayangi pasar global. Hal ini juga sejalan dengan penguatan bursa saham Asia secara keseluruhan.
KTT G7: Investor juga menanti hasil KTT G7 yang berlangsung pada 15-17 Juni 2025 di Kanada. Harapan akan kebijakan yang kondusif untuk stabilitas ekonomi global dari pertemuan ini turut memberikan sentimen positif.
Penguatan Bursa Regional dan Wall Street: Pergerakan positif di Wall Street pada penutupan perdagangan sebelumnya dan bursa saham Asia yang cenderung menghijau pada hari ini turut memberikan dorongan bagi IHSG.
Rebound Sektor-sektor Tertentu: Beberapa sektor menunjukkan performa impresif, dengan sektor energi memimpin penguatan. Selain itu, saham-saham di Indeks LQ45 seperti BBTN, ACES, dan TLKM tercatat sebagai top gainers di awal perdagangan.
Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan Senin (16/6/2025), IHSG ditutup melemah 0,68% atau turun 48,47 poin ke level 7.117,59. Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual yang dominan, dengan volume perdagangan mencapai 24,62 miliar saham dan nilai transaksi Rp14,97 triliun. Sebanyak 388 saham melemah, sementara 232 saham menguat, dan 186 saham stagnan. Sentimen global seperti konflik di Timur Tengah dan negosiasi perdagangan AS-Tiongkok menjadi fokus utama investor.
Meskipun IHSG menunjukkan pemulihan hari ini, para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang mungkin timbul dari perkembangan global. Keputusan investasi sebaiknya didasari oleh analisis fundamental dan teknikal yang kuat.*






