INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (10/6/2025), setelah libur Iduladha. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari eksternal, khususnya harapan akan penurunan suku bunga Federal Reserve AS di masa mendatang.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.07 WIB, rupiah dibuka menguat 4 poin atau 0,02% ke level Rp 16.287 per dolar AS. Sementara itu, data dari ANTARA menunjukkan rupiah menguat 6 poin atau 0,04% menjadi Rp 16.285 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB. Rupiah juga sempat menyentuh level Rp 16.281 per dolar AS pada awal perdagangan.
Pelemahan indeks dolar AS (DXY) di pasar global turut memberikan ruang bagi penguatan mata uang Asia, termasuk rupiah. Indeks dolar terpantau melemah 0,34 poin menjadi 99,2. Selain itu, harapan akan meredanya tekanan inflasi di AS yang membuka peluang bagi The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga juga menjadi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang.
Meskipun demikian, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan domestik. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan data ekonomi AS serta kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pekan ini (10-13 Juni 2025) diperkirakan akan menjadi periode penting bagi pergerakan kurs rupiah.
Data historis menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir, rupiah Indonesia telah menguat sekitar 2,37% terhadap dolar AS, dan menguat tipis 0,10% dalam 12 bulan terakhir. Fluktuasi nilai tukar dolar AS ke rupiah Indonesia dalam seminggu terakhir berada di kisaran Rp 16.270 hingga Rp 16.310.*






