Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Dinamika BUMD, Masyarakat Apresiasi Bupati yang Tidak Anti Kritik ‎

badge-check


					Dinamika BUMD, Masyarakat Apresiasi Bupati yang Tidak Anti Kritik  ‎ Perbesar

‎INAnews.co.id, Buton Selatan – Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Buton Selatan menyampaikan apresiasi terhadap Bupati Muhammad Adios yang dinilai memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai kalangan.

Di tengah dinamika pembangunan Daerah, Bupati Adios dianggap mampu menunjukkan kepemimpinan yang demokratis, inklusif, dan tidak anti-kritik.

‎‎Tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, hingga aktivis sosial menilai keterbukaan tersebut sebagai angin segar bagi iklim demokrasi lokal.

Menurut mereka, budaya kritik yang sehat justru memperkuat jalannya Pemerintahan serta menjadikan pembangunan lebih partisipatif dan tepat sasaran.

‎“Sikap Bupati Adios yang tidak alergi terhadap kritik merupakan cerminan pemimpin yang dewasa dan bijak. Kami sebagai masyarakat merasa lebih dilibatkan dalam proses pembangunan karena kritik dan aspirasi kami didengar,” ujar Marwin Asnawi, tokoh pemuda Kecamatan Kadatua sekaligus mantan Staf Khusus Bupati Buton Selatan.

‎Sikap terbuka ini tampak dari respons cepat Pemerintah Daerah terhadap berbagai kritik yang muncul di media sosial.

Salah satu contohnya adalah penanganan kebijakan Perumda Kanturu Molagina yang dinilai menyimpang dari aturan. Pemerintah langsung melakukan evaluasi dan pembenahan atas kebijakan tersebut.

‎Apresiasi juga datang dari kalangan akademisi. Jalmadin, dosen Ilmu Pemerintahan asal Baubau, menilai bahwa keterbukaan terhadap kritik merupakan indikator utama dalam tata kelola Pemerintahan yang baik.

‎‎“Ketika Kepala Daerah tidak memusuhi kritik, itu menunjukkan bahwa Pemerintahan tidak berjalan dalam ruang kosong. Ini modal penting untuk membangun daerah yang inklusif,” jelasnya.

‎Masyarakat berharap sikap terbuka ini tidak hanya berhenti di tingkat pimpinan Daerah, tetapi juga diterapkan di seluruh jajaran birokrasi. Dengan demikian, pelayanan publik dapat menjadi lebih responsif dan aspiratif.

‎Di tengah berbagai tantangan pembangunan, dukungan moral dari masyarakat menjadi modal penting bagi Bupati Adios untuk terus membangun Daerah secara transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Haidar Alwi : Tuduhan ICW Kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Perlu Dikoreksi

5 Januari 2026 - 23:06 WIB

Populer NASIONAL