INAnews.co.id, Jakarta– Harga emas batangan di pasar domestik terpantau kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (2/7/2025), baik di Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) maupun di Pegadaian. Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar global dan domestik yang memengaruhi sentimen investor terhadap logam mulia.
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga jual emas Antam kembali melonjak sebesar Rp17.000 per gram pada Rabu ini. Harga emas Antam 24 karat untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp1.913.000. Kenaikan juga terjadi pada harga buyback (pembelian kembali) yang turut naik Rp17.000 per gram.
Berikut adalah rincian harga emas Antam per 2 Juli 2025 (belum termasuk pajak PPh 0,25%)
0,5 gram: Rp1.006.500
1 gram: Rp1.913.000
2 gram: Rp3.766.000
5 gram: Rp9.340.000
10 gram: Rp18.625.000
25 gram: Rp46.437.000
50 gram: Rp92.795.000
100 gram: Rp185.512.000
250 gram: Rp463.515.000
500 gram: Rp926.820.000
1.000 gram: Rp1.853.600.000
Senada dengan Antam, harga emas yang dijual di Pegadaian juga mengalami kenaikan signifikan untuk kedua produk yang tersedia, yaitu emas UBS dan Galeri 24. Emas Antam sendiri terpantau belum tersedia di Pegadaian hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Harga emas UBS untuk 1 gram hari ini dibanderol Rp1.894.000, melonjak Rp26.000 dari sebelumnya Rp1.868.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri 24 untuk 1 gram naik Rp16.000 menjadi Rp1.874.000 dari semula Rp1.858.000 per gram.
Berikut rincian harga emas di Pegadaian per 2 Juli 2025
Harga Emas UBS
0,5 gram: Rp1.023.000
1 gram: Rp1.894.000
2 gram: Rp3.757.000
5 gram: Rp9.284.000
10 gram: Rp18.469.000
25 gram: Rp46.081.000
50 gram: Rp91.973.000
100 gram: Rp183.871.000
250 gram: Rp459.542.000
500 gram: Rp918.002.000
Harga Emas Galeri 24
0,5 gram: Rp983.000
1 gram: Rp1.874.000
2 gram: Rp3.693.000
5 gram: Rp9.162.000
10 gram: Rp18.274.000
25 gram: Rp45.573.000
50 gram: Rp91.073.000
100 gram: Rp182.055.000
250 gram: Rp454.911.000
500 gram: Rp909.372.000
1.000 gram: Rp1.818.744.000
Kenaikan harga emas ini sejalan dengan penguatan harga emas dunia yang kembali terbang, menempatkan logam mulia sebagai salah satu aset yang diminati investor.*






