Menu

Mode Gelap
“Jangan Malu Orang Tuamu Pemulung”, Motivasi Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat Program MBG Capai 58 Juta Penerima Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi

INDAG

IHSG BEI Melemah karena Sentimen Pasar yang Cenderung Hati-hati

badge-check


					IHSG BEI Melemah karena Sentimen Pasar yang Cenderung Hati-hati Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (8/7/2025). Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati, baik dari faktor global maupun domestik.

Menurut data dari RTI Business, pada pembukaan sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 7.055,87, turun sekitar 0,15% atau 10,58 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 7.066,45. Pergerakan ini sejalan dengan mayoritas bursa regional yang juga bergerak fluktuatif.

Analis pasar dari PT Samuel Sekuritas Indonesia, Mirae Asset, menyatakan bahwa pelemahan IHSG pagi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. “Ada sentimen kekhawatiran global, terutama terkait data ekonomi Tiongkok yang diperkirakan melambat, serta prospek suku bunga The Fed yang masih belum pasti,” jelasnya dikutip.

Dari sisi domestik, sentimen pasar juga dibayangi oleh rilis data ekonomi yang akan datang. Meskipun demikian, fundamental ekonomi Indonesia secara makro masih cukup solid. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), inflasi yang terkendali dan cadangan devisa yang kuat menjadi penopang stabilitas.

Pada pukul 10.15 WIB, IHSG masih bergerak di zona merah, meskipun beberapa saham individual menunjukkan penguatan. Sektor-sektor yang paling tertekan pagi ini antara lain sektor teknologi dan energi, sementara sektor perbankan dan barang konsumsi non-primer masih mampu menahan laju pelemahan.

Bloomberg melaporkan bahwa investor saat ini tengah mencermati perkembangan geopolitik serta harga komoditas global yang masih volatil. “Pergerakan harga minyak mentah dan batu bara akan turut mempengaruhi saham-saham di sektor energi, yang memiliki bobot cukup besar di IHSG,” kata seorang analis dari Ciptadana Sekuritas.

Prospek IHSG ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global, terutama terkait inflasi dan kebijakan moneter bank sentral utama. Dari dalam negeri, rilis kinerja keuangan emiten kuartal kedua dan kebijakan pemerintah terkait investasi akan menjadi perhatian utama.

PT Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang konsolidasi jangka pendek, dengan level support di 7.030 dan resistance di 7.100. Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham dan mencermati faktor fundamental perusahaan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Populer EKONOMI