Menu

Mode Gelap
Catut Nama Presiden Prabowo, CWIG Desak Kasus PT BAT Bank Naik ke Penyidikan Polisi Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon Wamen LHK Ungkap Kesenjangan Pendanaan Iklim Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi

INDAG

IHSG BEI Melemah karena Sentimen Pasar yang Cenderung Hati-hati

badge-check


					IHSG BEI Melemah karena Sentimen Pasar yang Cenderung Hati-hati Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (8/7/2025). Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati, baik dari faktor global maupun domestik.

Menurut data dari RTI Business, pada pembukaan sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 7.055,87, turun sekitar 0,15% atau 10,58 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 7.066,45. Pergerakan ini sejalan dengan mayoritas bursa regional yang juga bergerak fluktuatif.

Analis pasar dari PT Samuel Sekuritas Indonesia, Mirae Asset, menyatakan bahwa pelemahan IHSG pagi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. “Ada sentimen kekhawatiran global, terutama terkait data ekonomi Tiongkok yang diperkirakan melambat, serta prospek suku bunga The Fed yang masih belum pasti,” jelasnya dikutip.

Dari sisi domestik, sentimen pasar juga dibayangi oleh rilis data ekonomi yang akan datang. Meskipun demikian, fundamental ekonomi Indonesia secara makro masih cukup solid. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), inflasi yang terkendali dan cadangan devisa yang kuat menjadi penopang stabilitas.

Pada pukul 10.15 WIB, IHSG masih bergerak di zona merah, meskipun beberapa saham individual menunjukkan penguatan. Sektor-sektor yang paling tertekan pagi ini antara lain sektor teknologi dan energi, sementara sektor perbankan dan barang konsumsi non-primer masih mampu menahan laju pelemahan.

Bloomberg melaporkan bahwa investor saat ini tengah mencermati perkembangan geopolitik serta harga komoditas global yang masih volatil. “Pergerakan harga minyak mentah dan batu bara akan turut mempengaruhi saham-saham di sektor energi, yang memiliki bobot cukup besar di IHSG,” kata seorang analis dari Ciptadana Sekuritas.

Prospek IHSG ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global, terutama terkait inflasi dan kebijakan moneter bank sentral utama. Dari dalam negeri, rilis kinerja keuangan emiten kuartal kedua dan kebijakan pemerintah terkait investasi akan menjadi perhatian utama.

PT Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang konsolidasi jangka pendek, dengan level support di 7.030 dan resistance di 7.100. Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham dan mencermati faktor fundamental perusahaan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon

17 April 2026 - 23:24 WIB

Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan

17 April 2026 - 17:21 WIB

Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun

17 April 2026 - 14:41 WIB

Populer ENERGI