INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Selasa (22/7/2025), melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung selama 11 hari berturut-turut pada penutupan kemarin. Berbagai sumber terpercaya menunjukkan IHSG dibuka di zona hijau dan terus mempertahankan momentum positifnya.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG dibuka melonjak di kisaran 7.440 hingga 7.452. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG sempat mencapai level tertinggi intraday di 7.457,381 pada pukul 09.10 WIB. Meskipun sempat terjadi sedikit koreksi di pertengahan sesi pagi, indeks masih bertahan di atas level 7.400. Hingga pukul 11:05 WIB, IHSG tercatat di 7.418,61, menguat sekitar 0,28% dari penutupan kemarin.
Penguatan IHSG yang beruntun ini dianggap sebagai reli bersejarah bagi pasar modal Indonesia. Analis dari IndoPremier mencatat bahwa IHSG mengawali sesi pagi ini dengan dibuka di zona hijau pada level 7.440, menguat 42 poin dari sesi penutupan kemarin pada level 7.398.
Sumber lain seperti CNBC Indonesia bahkan menyebut IHSG “menggila” dan “cetak rekor bersejarah” dengan potensi menuju level 7.500.
Penguatan ini tidak terlepas dari sentimen positif domestik yang kuat. Sektor teknologi dan jasa keuangan menjadi pendorong utama penguatan indeks. Saham-saham di sektor infrastruktur juga dilaporkan menjadi penopang utama, menunjukkan optimisme investor terhadap proyek-proyek pembangunan dan perkembangan infrastruktur di Tanah Air.
Meskipun pada penutupan kemarin asing tercatat net sell sebesar Rp129 miliar, penguatan IHSG selama 11 hari berturut-turut tersebut justru ditopang oleh investor domestik, menunjukkan kepercayaan yang kuat dari investor lokal terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Meski tren positif membayangi, pasar juga tetap mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG. Negosiasi dagang global menjelang “deadline” menjadi salah satu perhatian utama investor.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) hari ini dijadwalkan akan mengumumkan data uang beredar periode Juni 2025. Data ini akan menjadi indikator penting mengenai tingkat konsumsi, kredit, dan dana pihak ketiga, yang tentunya akan berpengaruh pada sentimen pasar.
Secara teknikal, beberapa analis memprediksi IHSG berpeluang melanjutkan penguatan jika mampu menembus level resistance kuat 7.400.
Bahkan, beberapa proyeksi jangka panjang untuk tahun 2025 menunjukkan IHSG berpotensi menembus level 8.100 hingga 8.400, didukung oleh stabilitas ekonomi, prospek laba positif perusahaan, serta rekomendasi saham dari berbagai sektor.
Dengan momentum positif yang terus berlanjut dan didukung oleh sentimen domestik yang kuat, IHSG menunjukkan ketahanan dan daya tarik bagi investor. Namun, kewaspadaan terhadap dinamika global dan rilis data ekonomi tetap menjadi kunci bagi investor dalam mengambil keputusan.*






