Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

INKOPPAS Dorong Keterlibatan Pedagang dalam Pembangunan Pasar Rakyat

badge-check


					INKOPPAS Dorong Keterlibatan Pedagang dalam Pembangunan Pasar Rakyat Perbesar

INAnews.co.id,  Jakarta – Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) mengadakan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Republik Indonesia membahas optimalisasi pasar rakyat.

Sekretaris Umum INKOPPAS, Andrian Lamemuhar, menyatakan bahwa saat ini banyak pasar yang dibangun oleh pemerintah dengan menggunakan APBN namun tidak ada pedagang yang menempati.

Andrian menjelaskan bahwa permasalahan utama adalah kurangnya keterlibatan pedagang dalam proses pembangunan pasar.

“Ketika permintaan dari daerah masuk ke Kementerian Perdagangan, kemudian ditindaklanjuti dan diverifikasi oleh Kementerian Perdagangan hingga ke Kementerian PU, kemudian dari Kementerian PU baru dieksekusi pembangunan pasarnya, itu tidak ada melibatkan pihak pedagang,” jelasnya.

INKOPPAS mengusulkan agar pedagang dilibatkan dalam proses pembangunan pasar dari awal, termasuk dalam penentuan lokasi, zonasi, dan arsitektur pasar.

“Jadi kami dari INKOPPAS meminta, jika ada pembangunan pasar baru, pedagang juga dilibatkan, baik dari awal, seperti pembangunan nya, zonasi nya, arsitek nya, dan lokasi nya, sehingga para pedagang berminat menempati pasar-pasar rakyat yang dibuat oleh pemerintah,” ungkap Andrian.

Andrian berharap bahwa di masa depan, INKOPPAS dapat dilibatkan dalam proses pembangunan pasar rakyat dari awal, sehingga pedagang dapat memahami dan menempati pasar yang dibangun oleh pemerintah.

“Tujuannya adalah agar kami bisa mensosialisasikan pedagang tersebut ke pemerintah dan kami bisa mensosialisasikan kegiatan pemerintah tersebut kepada pedagang, sehingga para pedagang mau berpindah kepada pasar yang telah dibentuk,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI