Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Jokowi Menghadapi Tekanan Luar Biasa yang Mengancam Reputasi dan Masa Depannya

badge-check


					Foto: Muhammad Said Didu, dok. jpnn Perbesar

Foto: Muhammad Said Didu, dok. jpnn

INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Muhammad Said Didu melontarkan kritik keras terhadap mantan Presiden Joko Widodo yang menurutnya sedang menghadapi tekanan luar biasa dari berbagai kasus besar yang mengancam reputasi politik dan masa depan kekuasaannya. Dalam pernyataannya lewat akun YouTube-nya, Rabu, 16 Juli 2025, Said Didu menyebut sembilan masalah utama yang membelit Jokowi, mulai dari dugaan pemalsuan ijazah hingga serangkaian skandal korupsi besar yang tengah diselidiki penegak hukum.

Didu menyampaikan bahwa isu pemalsuan ijazah merupakan pintu utama yang membuka serangkaian permasalahan lain, termasuk dugaan keterlibatan putra Jokowi, Gibran Rakabuming, dalam persoalan ijazah dan etika yang dipertanyakan. Selain itu, ia menyoroti kasus korupsi raksasa yang terjadi di Pertamina, dugaan keterlibatan pejabat di Kementerian BUMN, serta skandal judi online yang melibatkan tokoh-tokoh dekat Jokowi.

Lebih lanjut, Didu juga mengungkapkan adanya dugaan korupsi di Kemendikbud dengan nilai triliunan rupiah yang sedang dalam proses penyidikan, masalah konglomerat yang dekat dengan keluarga Jokowi, serta operasi tangkap tangan KPK di Sumatera Utara yang menambah daftar panjang tantangan hukum pemerintah sebelumnya.

Menurut eks Sekretaris Kementerian BUMN itu, tekanan politik dan hukum yang menimpa Jokowi semakin hari justru memperlihatkan kegelisahan mantan presiden tersebut, yang selama ini berhasil menjinakkan kritik melalui pencitraan dan media tapi kini mulai kehilangan kendali. Ia mengibaratkan situasi Jokowi seperti “ular berbisa” yang mengancam masuk ke rumahnya di Solo, menandakan bahaya yang semakin nyata melingkupi mantan presiden itu.

Didu juga menegaskan bahwa keberanian Presiden Prabowo Subianto menyentuh nama-nama yang selama ini dianggap tak tersentuh oleh kubu Jokowi menjadi salah satu faktor penyebab stres yang dialami mantan presiden ini. Ia menyebutkan pula adanya keterkaitan keluarga di balik kasus-kasus tersebut yang menambah kompleksitas situasi.

Dalam pandangannya, berbagai kasus ini bukan hanya berkaitan dengan persoalan hukum semata, melainkan sudah masuk ke ranah politik dan menjadi pertaruhan besar bagi masa depan kekuasaan dan kredibilitas elit yang selama ini menguasai pemerintahan.

Pernyataan Didu ini mengundang perhatian karena menguak panorama pelik yang dihadapi tokoh sentral politik nasional, sekaligus membawa peringatan keras bahwa penguasa di republik ini tidak kebal terhadap gelombang pengungkapan dan pertanggungjawaban. Ia mengingatkan bahwa sejarah politik Indonesia pernah menunjukkan bagaimana popularitas dan dukungan bisa runtuh ketika rakyat kehilangan kepercayaan.

Didu menutup pernyataannya dengan sindiran tajam terhadap partai-partai yang dianggapnya tumbuh di bawah bayang-bayang penguasa lama, menyatakan bahwa perjalanan politik banyak diwarnai intrik, konflik kepentingan, dan ancaman yang sulit dihindari.

Kritik tajam Said Didu menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan, serta ancaman serius terhadap stabilitas politik jika masalah-masalah tersebut tidak ditangani secara tuntas dan jujur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL