INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, Senin, 28 Juli 2025, terpantau melemah dibanding penutupan sebelumnya. Berdasarkan data dari sejumlah sumber terpercaya, rupiah dibuka di level Rp16.329 per dolar AS, turun 9 poin atau 0,06% dari posisi sebelumnya Rp16.320 per dolar AS.
Data Bloomberg juga menunjukkan pada pukul 09.27 WIB rupiah tercatat di Rp16.336 per dolar AS, sementara menurut laman Kontan spot rupiah berada di Rp16.342 per dolar AS pada pukul 09.11 WIB.
Pelemahan nilai tukar ini sejalan dengan antisipasi pelaku pasar terhadap sikap hawkish The Federal Reserve (bank sentral AS) menjelang pertemuan FOMC mendatang. Selain itu, beberapa data ekonomi penting Amerika seperti Nonfarm Payrolls (NFP), inflasi PCE, dan pertumbuhan ekonomi PDB kuartal II diperkirakan masih mendukung penguatan dolar AS di pasar global.
Meskipun demikian, beberapa analis memperkirakan potensi penguatan rupiah tetap ada jika sentimen positif dari kesepakatan tarif antara Uni Eropa dan AS berlanjut serta ekspansi perdagangan energi memberi dampak positif ke stabilitas global.
Dengan ketidakpastian global dan tekanan eksternal ini, rupiah tetap berada dalam perhatian investor dan pelaku pasar di pekan terakhir Juli 2025. Demikian dikutip berbagai sumber.*






