Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Oknum Polisi Diduga Jadi Backingan Bongkar Muat Pasir Ilegal, Suap Wartawan Demi Bungkam Berita

badge-check


					Oknum Polisi Diduga Jadi Backingan Bongkar Muat Pasir Ilegal, Suap Wartawan Demi Bungkam Berita Perbesar

INAnews.co.id, Bitung — Sosok penegak hukum sendiri, Kapolsek Maesa, Ferry Padama diduga kuat terlibat dalam praktik bongkar muat pasir ilegal dan menyuap wartawan agar aktifitas tersebut tidak mencuat ke publik.

Informasi dari lapangan menyebutkan, pada Jumat, 18 Juli 2025, akan dilakukan aktifitas bongkar muat pasir skala besar di perairan Bitung.

Pasir tersebut berasal dari galian-galian liar tanpa izin, lalu diangkut dengan dump truk dan dimuat ke kapal tongkang untuk dikirim keluar provinsi.

Tak ada dokumen resmi, tak ada izin lingkungan, murni aktivitas ilegal yang terang-terangan dilindungi.

Lebih parahnya, Kapolsek diduga tidak hanya mengetahui tapi ikut bermain langsung.

Untuk mengamankan jalannya kejahatan tambang ini, ia disebut membagikan “uang koordinasi” sebesar Rp200 ribu per wartawan.

Seorang jurnalis yang diwawancarai mengaku menerima uang tersebut di Mako Polsek Maesa, langsung dari tangan sang Kapolsek. Modusnya dibungkus rapi dengan istilah “kemitraan”, namun faktanya tak lebih dari suap murahan agar berita tak tayang.

“Kami diarahkan ke kantor Polsek, ambil uang sambil sebut nama dan media tempat kerja. Disuruh bungkam, jangan angkat berita tambang. Semua wartawan dikasih rata.” ungkap sumber media ini, yang meminta namanya dirahasiakan pada Selasa 16 Juli 2025.

Kapolsek Maesa ungkapkan secara terang-terangan mengakui perbuatannya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp:

“Pak, nanti hari Jumat saja yah, boleh, soalnya tadi sudah habis dibagi sama teman-teman wartawan. Jumat itu uang pulsa… Ok?,” Jawab Kapolsek Maesa.

Polisi yang seharusnya menindak kejahatan tambang justru berubah menjadi pelindung dan pemain.

Atas skandal ini, publik mendesak PROPAM Polda Sulut untuk tidak tutup mata. Pemeriksaan dan pencopotan jabatan adalah harga mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar

  1. Franky pongoh

    Gassken

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Juga

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Pantai Pohon Cinta, Ikon Wisata Favorit di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

8 Januari 2026 - 16:13 WIB

Populer DAERAH