Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

NASIONAL

Pemerintah Uji Coba Sistem All Indonesia untuk Permudah Kedatangan Internasional

badge-check


					Peluncuran uji coba dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ( foto : dok) Perbesar

Peluncuran uji coba dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ( foto : dok)

INAnews.co.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi resmi melakukan uji coba sistem integrasi kedatangan penumpang internasional bernama All Indonesia.

Inovasi digital yang dirancang untuk menyederhanakan proses pelaporan saat masuk ke wilayah Indonesia.

Peluncuran uji coba dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

All Indonesia menyatukan berbagai proses pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara terpisah mulai dari imigrasi, bea cukai, kesehatan, hingga karantina ke dalam satu sistem terpadu.

Pengisian formulir dapat dilakukan mulai tiga hari sebelum kedatangan dan hanya membutuhkan waktu rata-rata 2,5 menit.

“Kami mencari tahu apa saja yang bisa terus diperbaiki dan disempurnakan agar pengoperasian All Indonesia berjalan sempurna. Sistem ini tentu lebih cepat dibanding sistem deklarasi penumpang yang berlaku saat ini,” ujar Menko AHY.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari sistem ini adalah memberikan pengalaman masuk ke Indonesia yang mudah namun tetap aman, demi mendukung daya saing negara sebagai destinasi wisata dan investasi.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, memastikan bahwa All Indonesia telah melewati sejumlah uji keamanan ketat, termasuk uji eksploitasi oleh ITSA BSSN, stress test, serta penggunaan teknologi Sclron untuk mencegah kloning aplikasi.

Sistem juga akan ditunjang oleh pusat data nasional dengan kapasitas yang akan ditingkatkan.

“Kita siapkan sistem back up datanya dan akan gunakan Data Center Indonesia,” tegas Agus Andrianto.

Saat ini, uji coba dilakukan secara terbatas bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia, dan hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia yang melakukan penerbangan internasional.

Setelah masa uji coba selesai dan sistem resmi diluncurkan pada pertengahan Agustus 2025, All Indonesia akan diberlakukan untuk seluruh penumpang internasional.

Sistem ini akan tersedia dalam versi web di [allindonesia.imigrasi.go.id](https://allindonesia.imigrasi.go.id) serta dalam bentuk aplikasi mobile.

Pemerintah juga mengapresiasi dukungan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Kesehatan, dan Badan Karantina Indonesia dalam pengembangan sistem ini.

Dengan sistem All Indonesia, pemerintah berharap proses masuk ke Indonesia menjadi lebih efisien, aman, dan menyenangkan bagi semua pelaku perjalanan, sekaligus meningkatkan citra Indonesia sebagai negara yang ramah wisatawan dan investor.

 

 

Penulis : Naila Tunnada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Populer NASIONAL