Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Penunjukan Direktur Sementara Perumda Kanturu Molagina Melanggar Syarat Formil dan Materil

badge-check


					Penunjukan Direktur Sementara Perumda Kanturu Molagina Melanggar Syarat Formil dan Materil Perbesar

 

Penulis :

Pemerhati Kebijakan Publik Kepton (PKP-Kepton) sekaligus mantan Staf Khusus Bupati Buton Selatan, Marwin Asnawi, S.H., M.H.

Menanggapi Informasi yang berkembang, tentang sahnya penunjukan Direktur Sementara Perumda Kanturu Molagina, Marwin Asnawi, SH., MH selaku salah satu pemerhati Hukum Daerah Kabupaten Buton Selatan secara tegas menyatakan “penunjukan Direktur Sementara Perumda Kanturu Molagina tersebut tidak memenuhi syarat formil dan materil yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan”.

Tanggapan yang menyatakan Penunjukan Direktur Sementara tidak perlu memenuhi syarat seperti Direktur Definitif, adalah pernyataan yang mengandung logical fallacy.

Kesalahan berlogika hukum tersebut karena tidak melihat ketentuan terkait secara komperhensif. Jika mengacu pada Permendagri No. 37/2018, syarat pengangkatan Direktur dimaksud harus dipandang secara umum, atau secara teoritis adalah rasio legis dari pengaturan pengangkatan jabatan direktur baik sementara ataupun Definitif.

Dalam regulasi yang ada, baik PP No. 54/2017 atau Permendagri No. 37/2018 mengamanahkan secara formil penunjukan Direktur Sementara melalui mekanisme penunjukan kepada Dewan Pengawas terlebih dahulu, lalu bila diperlukan diangkatlah Pegawai Perumda yang jabatannya berada dibawah Direktur.

Dalam hal ini Bupati Buton Selatan sebagai KPM harus berhati-hati mengambil Keputusan, jangan sampai Keputusan pengangkatan Direktur Sementara Perumda masuk dalam kualifikasi perbuatan “Detournement de pouvoir” atau penyalahgunaan kewenangan (Onrechtmatige over heidsdaad) meskipun dalam ranah Diskresi. Karena mengambil Keputusan Diskresi pun perlu disesuaikan dengan amanah UU Administrasi Pemerintahan.

Sebetulnya, bilamana terjadi kerugian pada BUMD, Bupati Buton Selatan tidak akan bertanggungjawab atas kerugian BUMD tersebut. Tapi bilamana terdapat penyalahgunaan kekuasaan dalam penunjukan Direktur Sementara itu, Bupati Buton Selatan selaku KPM akan terseret-seret sebagaimana dimaksud Pasal 31 PP No 54/2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK