INAnews.co.id, Jakarta– Sambutan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Hari Bhayangkara ke-79, Selasa (1/7/2025), di Monas, Jakarta Pusat menyinggung beberapa hal. Mulai capaian hingga harapan. Berikut sambutan lengkap Listyo disaksikan Presiden dan Wakil Presiden, serta para pejabat tinggi negara dan lainnya:
Atas nama keluarga besar Polri, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, anggota DPR RI dan DPD RI, pimpinan Lembaga Tinggi Negara, pimpinan kementerian, lembaga, TNI, mitra kerja, para tokoh, NGO, OKP, dan seluruh masyarakat. Dukungan semua pihak ini memungkinkan Polri terus berupaya menjawab tantangan tugas dengan presisi.
Kami juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel dan keluarga besar Polri atas kerja keras, pengabdian, serta pengorbanan yang telah diberikan dengan tulus. Di usia pengabdian yang hampir mencapai delapan dekade, Polri terus merefleksikan dedikasinya sebagai bagian dari denyut nadi perjuangan bangsa Indonesia.
Tantangan dan Prestasi Polri
Banyak tantangan yang kita hadapi, termasuk dalam mengawal transisi kepemimpinan nasional. Berkat kerja keras seluruh elemen bangsa, Pemilu Serentak 2024 terselenggara dengan aman dan sejuk, persatuan dan kesatuan tetap terjaga, menjadi modal bangsa untuk terus melangkah menapaki kemajuan. Namun, kita tidak boleh berpuas diri karena ke depan masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti konflik geopolitik, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi informasi yang menuntut kita untuk terus belajar dan beradaptasi.
Sebagai pedoman perjuangan bangsa, Bapak Presiden telah mencanangkan Misi Asta Cita. Dengan semangat pengabdian yang tidak pernah padam, Polri siap mengerahkan segala sumber daya untuk menyukseskan seluruh program dan kebijakan pemerintah.
Program Ketahanan Pangan dan Sosial
Dalam mendukung program makan bergizi gratis (SPPG), tahun 2025 Polri menargetkan penerian 100 SPPG. Hingga Juni 2025, sudah terdapat 139 SPPG yang diproyeksikan melayani 430 ribu penerima manfaat. Saat ini, 18 SPPG telah beroperasi, 24 dalam tahap verifikasi, dan 97 dalam tahap pembangunan. Kami berharap sampai akhir tahun jumlah ini mencapai 200 SPPG, dan tahun berikutnya meningkat dua hingga tiga kali lipat.
Polri juga menyediakan sarana pelatihan di pusiklat dan SPN sebagai lokasi pelatihan sarjana penggerak pembangunan Indonesia. Dalam mendukung ketahanan pangan, Polri menjalankan program pekarangan pangan bergizi dan pemanfaatan lahan produktif, pengawasan distribusi bantuan pemerintah, dan hasil panen agar tepat sasaran. Rekrutmen 593 personel bintara kompetensi khusus serta optimalisasi peran Bapinkamtimas dan Bintara Penggerak Ketahanan Pangan menjadi ujung tombak pelaksana di lapangan.
Khusus untuk komunitas jagung, Polri bersama Kementerian RI dan stakeholder lainnya serta 135.563 kelompok tani mendorong penanaman jagung pada 429.000 hektare lahan. Kami juga mengembangkan inovasi bibit unggul, pupuk, dan aplikasi gugus tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan. Bantuan alsintan dan pendampingan teknis diberikan pada seluruh tahapan budidaya jagung, membangun 18 gudang pangan Polri, serta menginisiasi kolaborasi untuk menyatukan kepentingan dari hulu ke hilir dengan menjadikan koperasi sebagai garda terdepan.
Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, memperkuat posisi tawar petani, serta menjamin penyerapan sesuai standar harga pemerintah. Hingga Juni 2025, Polri melaksanakan panen raya serentak kuartal pertama dan kedua dengan hasil panen mencapai 2,08 sampai 2,5 juta ton. Pada kuartal ketiga, target penanaman jagung adalah 750.000 hektare dengan estimasi hasil panen 3 sampai 7,5 juta ton, dan kuartal keempat target 1 juta hektare dengan estimasi hasil panen 4 sampai 10 juta ton, guna menjamin seluruh panen terserap.
Secara optimal, Polri bersama stakeholder terkait menjalin kerja sama ekspor 20 ribu ton jagung secara bertahap. Pada Juni 2025, telah dilakukan ekspor 1.200 ton jagung dari Kalimantan Barat ke Malaysia dan 6.000 ton dari NTB ke Filipina. Dengan keteguhan tekad seluruh komponen bangsa, kami optimis mampu mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Stabilitas Keamanan dan Penanggulangan Ancaman
Kami menyadari bahwa stabilitas keamanan adalah persyaratan utama pembangunan. Oleh sebab itu, Polri terus berkolaborasi untuk memitigasi bencana alam, menjadi problem solver dalam konflik sosial, serta menanggulangi ancaman terorisme sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dalam menghadapi ancaman terorisme, Polri mengedepankan pendekatan soft approach melalui deradikalisasi dan pembinaan eks-Napiter, serta bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat. Hal ini berhasil mendorong deklarasi pembebasan oleh 8.315 eks-anggota Jamaah Islamiyah yang berikrar setia dan kembali ke pangkuan NKRI. Di sisi lain, Polri tetap tegas menjalankan preventive strike sehingga Indonesia berhasil mewujudkan zero attack sejak tahun 2023 sampai Juni 2025, menjadikan negara ini aman dan dipercaya dunia.
Pengamanan Agenda Nasional dan Internasional
Keberhasilan ini menjadi landasan penyelenggaraan agenda nasional dan internasional, mulai dari pengamanan kunjungan kenegaraan, event internasional, PON 21, Natal dan Tahun Baru, hingga Idul Fitri 2025. Melalui Operasi Ketupat 2025, Polri bersama Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait berhasil menjamin kelancaran mudik, menekan angka kecelakaan hingga 31,43 persen dan tingkat fatalitas sebesar 53,42 persen. Survei menunjukkan 80,9 persen masyarakat puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi pijakan awal untuk meningkatkan kepercayaan internasional dan mendorong masuknya investasi.
Perlindungan Buruh dan Penegakan Hukum
Untuk melindungi hak-hak buruh dan menyelesaikan permasalahan hubungan industrial, Polri bersama Kemenaker RI menginisiasi pembentukan Desk Ketenagakerjaan Polri serta pelatihan 2.671 penyidik bidang ketenagakerjaan. Melalui kerja sama dengan serikat buruh dan perusahaan di Kabupaten Cirebon dan Brebes, pada Juni 2025 Polri mengantarkan 700 buruh terdampak PHK untuk kembali bekerja di tempat baru. Dalam waktu dekat, 1.500 buruh lainnya juga akan dipekerjakan kembali, dengan total peluang penyerapan tenaga kerja sebesar 35 ribu orang.
Selain itu, Polri melaksanakan Operasi Pekat 2025 di seluruh Indonesia, khususnya wilayah industri, berhasil mengamankan 13.438 pelaku premanisme, dengan 3.382 orang ditetapkan tersangka dan 10.056 orang dibina melibatkan dinas sosial. Survei menunjukkan 67 persen masyarakat puas terhadap operasi ini.
Penegakan Hukum dan Pemberantasan Kejahatan
Dalam penegakan hukum, Polri mengedepankan restorative justice namun tetap tegas terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat. Dalam pemberantasan narkoba, Polri bersama Kemenko Polkam dan kementerian terkait tergabung dalam Desk Pemberantasan Narkoba sebagai leading sector. Polri berhasil menangani 23.456 perkara dengan 32.403 tersangka, barang bukti narkoba senilai Rp6,97 triliun, dan menyelamatkan 35,7 juta jiwa.
Polri juga mengidentifikasi 325 kampung narkoba dan mentransformasi 145 di antaranya menjadi kampung bebas narkoba, melakukan kampanye anti-narkoba, rehabilitasi 1.543 korban penyalahgunaan, serta memproses 11 perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan penyitaan aset Rp162,32 miliar.
Sebagai komitmen memberantas perjudian daring, Polri melalui Desk Pemberantasan Perjudian Daring menangani 1.297 perkara dengan 1.492 tersangka, barang bukti senilai Rp922,53 miliar, mengajukan pemblokiran 186.713 situs, serta memproses 13 perkara TPPU dengan aset Rp1,8 triliun untuk menjamin keamanan ruang siber.
Polri juga mengembangkan struktur organisasi Direktorat Research Cyber di delapan Polda, membentuk Kortas Tipikor dan Satgas Optimalisasi Penerimaan Negara untuk mengoptimalkan pendapatan dan mencegah kebocoran keuangan negara.
Perlindungan Kelompok Rentan dan Transformasi Pelayanan
Dalam melindungi kelompok rentan, Polri membentuk Direktorat Tindak Pidana PPA-PPU Bareskrim yang telah dikembangkan hingga tingkat Polda dan Polres, membuka ruang jabatan strategis sebagai polwan agar lebih responsif terhadap isu gender, memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi sebagai personel Polri, serta melaksanakan kampanye Rise and Speak.
Untuk mewujudkan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Polri terus melakukan transformasi pelayanan berbasis digital melalui super apps Presisi, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan smart city melalui command center terintegrasi.
Peran Internasional dan Prestasi Olahraga
Tidak hanya di dalam negeri, Polri juga berperan menjaga perdamaian melalui kerja sama pemeliharaan keamanan global, penegakan hukum lintas negara, dan terlibat dalam misi kemanusiaan. Polri membangun satu-satunya pusat misi internasional di Asia Tenggara dan aktif dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB, menjadikan Indonesia sebagai negara keenam paling berkontribusi dalam misi tersebut.
Upaya mengharumkan nama Indonesia juga diwujudkan melalui kegiatan non-operasional di bidang olahraga. Untuk pertama kalinya, Polri mewakili Indonesia dalam ajang What’s Police & Fire Scheme ke-22 tahun 2025 di Amerika Serikat, yang diikuti 8.500 peserta dari 70 negara dan mempertandingkan lebih dari 60 cabang olahraga.
Keikutsertaan Polri bukan hanya untuk membangun citra positif Indonesia, tetapi juga mempererat solidaritas antar kepolisian dunia. Dari 97 atlet dan ofisial Polri yang berlaga di delapan cabang olahraga seperti polo, basket, renang, atletik, golf, sepeda, judo, dan taekwondo, Polri berhasil meraih 12 medali emas, 2 medali perak, dan 5 medali perunggu, menempatkan Indonesia di peringkat keempat sementara. Perolehan medali ini masih dapat bertambah karena pertandingan berlangsung hingga 6 Juli 2025.
Penutup
Bapak Presiden Republik Indonesia dan hadirin yang berbahagia, perjuangan menuju visi bersama Indonesia maju dan Indonesia emas 2045 adalah perjalanan panjang penuh tantangan. Namun kami yakin cita-cita mulia ini dapat tercapai melalui sinergi seluruh komponen bangsa.
Kami menyadari pelaksanaan tugas Polri belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu berpegang pada keyakinan bahwa setiap kritik dan saran dari masyarakat adalah wujud dukungan dan energi bagi kami agar terus tumbuh, beradaptasi, serta melakukan pembenahan berkelanjutan demi satu tujuan utama.






