Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Terus Melakukan Kegiatan Bongkar Muat BBM Ilegal, Diduga PT Wilove Di Beck Up Oleh Pengawal Kapolda Sulut

badge-check


					Terus Melakukan Kegiatan Bongkar Muat BBM Ilegal, Diduga PT Wilove Di Beck Up Oleh Pengawal Kapolda Sulut Perbesar

INAnews.co.id, Bitung — Jeritan rakyat kecil tak berarti apa-apa ketika mafia BBM bersubsidi dilindungi oleh kekuasaan Gudang penimbunan BBM Biosolar milik PT. Wilove Tiga Berlian, yang berdiri gagah di Wilayah Kabupaten Minahasa, Kecamatan Kawangkoan lebih tepatnya di Desa Kiawa, diduga kuat beroperasi di bawah perlindungan salah satu pengawal Kapolda Sulut berinisial LG alias Leo, Kamis 10 Juli 2025

Berdasarkan sumber internalnya membeberkan gudang ini menjadi tempat penampungan BBM subsidi hasil pembelian dari sejumlah sopir truk kaki tangan mafia, yang ditugaskan membeli BBM di SPBU dan menyetor ke gudang dengan bayaran Rp9.000 per liter. Padahal harga resmi BBM subsidi hanya Rp6.800.

BBM yang ditimbun dalam gudang kemudian dipasok ke armada tangki kepala biru bertuliskan Transportir. Tangki-tangki tersebut rutin mengangkut BBM hingga 8.000 KL dalam sekali jalan, dan menjual ke pasaran dengan harga gelap yang terbilang fantastis per liternya. Ratusan juta hingga miliaran rupiah diputar dalam jaringan mafia ini, namun tak satu pun Aparat Penegak Hukum yang bergerak.

Sosok suami Istri Linda Humena dan Edwin Paendong menjadi kunci dalam praktik ilegal ini, mirisnya lagi setiap kali awak media mengkonfirmasi terkait kegiatan ilegalnya, Suami istri tersebut selalu membantah dengan alasan sudah tidak melakukan kegiatan ilegal tersebut.

Lebih parahnya lagi, Linda dan Edwin merasa dirinya kebal hukum karena memiliki pelindung yang terbilang kuat yaitu seorang Anggota Polisi yang saat ini bertugas sebagai pengawal Kapolda Sulut. Inilah mengapa Polres Minahasa dan jajaran menjadi tak berkutik. meski aktivitas ilegal terekam jelas pada dua minggu terakhir, tak ada penggerebekan,tak ada penyegelan dan pengungkapan, seolah APH dibuat tak bernyali di hadapan mafia BBM Lindan dan Edwin

Menanggapi berbagai pemberitaan yang beredar dan kebusukan dan kekebalan terhadap hukum, Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, angkat bicara tajam.

“Kalau sampai sekarang Polres Bitung tidak bergerak, padahal bukti dan aktivitasnya sudah terang-terangan, itu artinya aparat di sana sudah ‘masuk angin’. Sudah basi! Jangan-jangan memang ikut menikmati aliran solar haram ini,” tegas Uchok.

Ia menilai Polda Sulut dan Polres Minahasa kehilangan kredibilitas dan seolah menjadi pelindung mafia energi, bukan pelindung rakyat. “Kalau hanya karena pelaku punya pelindung Polisi lalu dibiarkan, maka ini bukan negara hukum, tapi negara kekuasaan,” tambahnya.

Uchok juga mendesak Kapolda Sulut dan Kapolri agar segera turun tangan menyelesaikan polemik yang terus bermunculan di berbagai situs media online “Kalau Kapolres Minahasa tidak bisa bersihkan ini, copot! Jangan biarkan mafia BBM menginjak-injak harga diri institusi Polri,” pungkasnya.

Dengan jaringan yang begitu terstruktur Edwin Paendong sebagai Dirut, dan Linda istrinya sebagai operator lapangan, dan pemasar, gudang PT. Wilove Tiga Berlian telah menjadi simbol bobroknya sistem pengawasan dan penegakan hukum di Daerah Sulut khususnya Minahasa Jika aparat hukum serius, penangkapan harus segera dilakukan. Jika tidak, maka dugaan keterlibatan oknum kepolisian menjadi tak terhindarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Haidar Alwi : Tuduhan ICW Kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Perlu Dikoreksi

5 Januari 2026 - 23:06 WIB

Populer NASIONAL