Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Usai Di Beritakan Dirut PT Wilove Tebar Ancaman, Gumanti Sebut Jangan Jadikan Sulut Sebagai Surganya Mafia BBM dan Kuburan Buat Jurnalis

badge-check


					Usai Di Beritakan Dirut PT Wilove Tebar Ancaman, Gumanti Sebut Jangan Jadikan Sulut Sebagai Surganya Mafia BBM dan Kuburan Buat Jurnalis Perbesar

INAnews.co.id Sulut— Mafia BBM subsidi kembali menunjukkan taring kotornya. Kali ini Reza, Ketua Persatuan Wartawan Online Independent Nusantara (PWOIN) Sulawesi Utara, menjadi target ancaman setelah memberitakan praktik busuk penimbunan Bio Solar ilegal oleh PT. Willove Tiga Berlian perusahaan yang dikendalikan oleh Linda Humena.

Ancaman yang dilakukan oleh Suami Linda Humena, Edwin Paendong yang menjabat sebagai Direktur Utama dari PT Wilove Tiga Berlian datang tak lama setelah berita itu tayang. Bukan sekadar tekanan, tapi intimidasi bernuansa fisik dan ancaman pembunuhan karakter, menunjukkan bahwa jaringan mafia ini merasa kebal hukum dan tak tersentuh.

“Mereka pikir dengan ancaman bisa membuat kami diam? Justru ini jadi bukti nyata kalau yang kami bongkar bukan main-main. Ini bisnis haram yang dilindungi orang-orang kuat,” tegas Reza.

Menurut informasi yang dihimpun, gudang BBM milik PT. Welove Tiga Berlian beroperasi secara ilegal dengan kedok legalitas semu. Reza yang mengungkap fakta itu kini diburu oleh tekanan dari kaki tangan Linda Humena yang tak terima aksi busuk mereka dibuka ke publik.

Ketua Umum Ormas Lidik Krimsus RI, Ossie Gumanti, pun ikut murka.

“Ini bukan sekadar ancaman. Ini teror terhadap demokrasi! Jika aparat hanya diam melihat jurnalis diancam karena membongkar praktik mafia, maka kita patut curiga: siapa sebenarnya yang dilindungi?” sembur Ossie.

Gumanti mendesak Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie agar tidak cuci tangan. Ia menegaskan, Negara harus hadir membela jurnalis, bukan justru membiarkan mereka jadi mangsa para bandit bertopeng pengusaha.

“Kapolda jangan pura-pura tuli! Tangkap dan adili mafia BBM ini sebelum Sulut benar-benar jadi kuburan bagi kebebasan pers!” lanjut Gumanti dengan nada keras.

Ancaman terhadap Reza menunjukkan betapa brutalnya mafia solar yang kini tidak hanya bermain di balik layar, tapi sudah berani menantang hukum secara terbuka. Dan ironisnya, para pelindung hukum justru memilih diam.

“Jika aparat penegak hukum lumpuh, maka rakyat berhak bicara. Jangan jadikan Sulut sarang mafia dan kuburan jurnalis!” tutup Gumanti.

Sementara itu, PWOIN Sulut menegaskan akan terus melawan. Reza memastikan langkah hukum sedang disiapkan, dan perlawanan akan dibawa sampai ke pusat.

“Kami tidak akan tunduk pada ancaman! Biar mafia punya uang dan bekingan, kami punya kebenaran dan suara rakyat!” tegas Reza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Haidar Alwi : Tuduhan ICW Kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Perlu Dikoreksi

5 Januari 2026 - 23:06 WIB

Populer NASIONAL