INAnews.co.id, Jakarta– Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menegaskan komitmennya dalam mendukung perjuangan kemanusiaan untuk Palestina melalui berbagai inisiatif konkret, termasuk pengiriman misi kemanusiaan ke Gaza.
Dalam sambutannya, Ketua Umum (Ketum) JATTI Ustaz Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa organisasi alumni Timur Tengah ini telah berperan aktif dalam mengkoordinasikan berbagai upaya bantuan kemanusiaan untuk Palestina, termasuk melalui gerakan Global Peace Convoy Indonesia.
UBN, sapaan akrabnya, mengkritik keras diskriminasi yang dialami dalam misi kemanusiaan internasional, khususnya terkait isu LGBT. “Turki sebagai penyumbang terbesar justru tidak boleh ikut karena sikap anti-LGBT. Bahkan ada syarat-syarat yang mulai muncul, ternyata tidak boleh anti-LGBT,” ungkap UBN.
Meskipun menghadapi berbagai hambatan, termasuk persyaratan yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam, JATTI tetap berkomitmen mendukung gerakan kemanusiaan untuk Gaza dengan nama “Global Peace Convoy Indonesia”.
Sebagai organisasi yang menghimpun alumni dari berbagai negara Timur Tengah, JATTI memiliki visi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan dunia Islam. UBN menekankan pentingnya mengintegrasikan Indonesia dengan dunia Islam dalam berbagai bidang.
“Bagaimana caranya kita segera menjadi rujukan bagi dunia Islam, baik resmi dan tidak resmi, baik struktural dan kultural, baik di bidang ekonomi, sosial dan budaya,” tegas UBN.
JATTI melihat potensi besar Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia ke-4 dan pusat pendidikan Islam global. Organisasi ini berencana memanfaatkan jaringan alumni Timur Tengah untuk menarik profesor-profesor dan ulama terkemuka bermigrasi ke Indonesia.
“Indikatornya adalah profesor-profesor mereka, ulama-ulama mereka, siap berhijrah ke Indonesia memberikan hidupnya, tenaganya, pengalamannya untuk Indonesia,” jelas Ustaz Bachtiar.
Dalam sambutannya, UBN juga menekankan pentingnya konsolidasi internal organisasi. Ia mengajak seluruh anggota dan alumni untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan kecil demi tujuan yang lebih besar.
“Lupakan instansi yang tidak penting, kalau soal JATTI, organisasi yang terlalu banyak tidak baik. Mari kita berpikir lebih besar lagi ke depan,” serunya.
JATTI optimis bahwa dalam waktu dekat, konfigurasi kekuatan dunia akan berubah dengan Amerika yang menurun dan dunia Islam, khususnya Indonesia, yang semakin menguat. Organisasi ini bersiap memainkan peran strategis dalam transformasi geopolitik global tersebut.
“Sebentar lagi InsyaAllah, Israel betul-betul akan terhapus dari peta dunia dan Amerika akan turun menjadi dunia ketiga, dunia keempat tidak lama lagi InsyaAllah,” pungkas UBN dengan penuh keyakinan.
JATTI sebagai organisasi alumni Timur Tengah terbesar di Indonesia terus berkomitmen memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dunia Islam melalui berbagai program strategis di bidang ekonomi, pendidikan, dan diplomasi kemanusiaan.






