INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat melancarkan kritik pedas terhadap kondisi perekonomian Indonesia selama 10 tahun kepemimpinan Joko Widodo, yang dinilai menyebabkan kemerosotan kesejahteraan rakyat (setidaknya dirasa sampai saat ini).
“Kaum buruh merasakan betul – kelas menengah anjlok, Pak. Yang berpenghasilan (puluhan/ratusan) juta menjadi rawan miskin, menjadi supir ojek online,” tegas Jumhur dalam wawancara dengan Refly Harun, Selasa.
Jumhur menyoroti fenomena banyaknya lulusan sarjana bahkan S2 yang terpaksa menjadi driver ojek online karena tidak ada pilihan pekerjaan lain. Menurutnya, ini bukan prestasi penciptaan lapangan kerja yang menggembirakan.
Penyebab utama yang diidentifikasi Jumhur adalah kebijakan impor dengan predatory pricing yang membuat pabrik-pabrik lokal tutup.
“Gudang-gudang di kawasan industri yang dulunya pabrik, sekarang berubah jadi gudang barang-barang impor. Industri berubah menjadi pedagang,” jelasnya.
Jumhur juga mengkritik masuknya tenaga kerja asing hingga ratusan ribu orang, bahkan untuk pekerjaan kasar yang seharusnya bisa dikerjakan orang Indonesia, yang dinilainya melanggar konstitusi.






