Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

KEUANGAN

Rupiah Jumat Melemah

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi ini tercatat melemah. Rupiah dibuka di level sekitar Rp16.770 sampai Rp16.792 per dolar AS, melemah sekitar 0,09% sampai 0,26% dibandingkan penutupan kemarin yang ada di kisaran Rp16.735 hingga Rp16.749 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini masih dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS yang didorong oleh data ekonomi Amerika Serikat terbaru yang menunjukkan revisi positif pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II tahun 2025 menjadi 3,8% secara tahunan, melebihi estimasi awal dan ekspektasi para ekonom.

Selain itu, pasar juga menunggu rilis data inflasi penting dan terpengaruh oleh sentimen eksternal seperti ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter The Fed. Tekanan terhadap rupiah juga diperparah oleh aksi jual investor asing di pasar saham domestik.

Dengan kondisi ini, rupiah diperkirakan akan terus melemah dan berfluktuasi pada rentang Rp16.740 sampai dengan Rp16.810 hingga akhir perdagangan hari ini. Demikian dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Populer NASIONAL