Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Dewan Pemibina Gerindra Mulyadi Geram Dengan Aksi Segel Menteri Hanif Faisol Nurofiq

badge-check


					Dewan Pemibina Gerindra Mulyadi  Geram Dengan Aksi Segel Menteri Hanif Faisol Nurofiq Perbesar

INAnews.co.id,  Bogor  –  Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor dianugerahi dengan keindahan dan kelestarian alamnya.

Sejak Tahun 70an, Kawasan Puncak selalu menjadi destinasi wisata nasional, baik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kawasan Puncak tidak hanya dikenal dengan objek wisata alam seperti kebun teh dan Gunung Masnya, atau Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua atau keindahan alam terjunnya saja.

Wisata di Kawasan Puncak terus berkembang, banyak objek wisata, restoran, hotel dan tempat glamour camping (Glamping).

Banyak warga Kawasan Puncak yang bergantung kehidupan ekonominya dari sektor pariwisata, tetapi dengan disegelnya belasan hingga puluhan objek wisata oleh Kementerian Lingkungan Hidup, banyak pekerja yang dirumahkan.

Data Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), setidaknya 2.300 karyawan dirumahkan akibat berhenti operasinya sejumlah objek wisata.

Anggota DPR – RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor Mulyadi pun geram dengan penyegelan, penghentian sementara maupun pencabutan izin yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Saya sangat geram dan marah terhadap Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, tindakannya di Kawasan Puncak, telah mengganggu iklim wisata, investasi dan berakibat dirumahkannya ribuan pegawai akibat tempat kerjanya berhenti operasi,” tegas Mulyadi kepada wartawan, Jumat, 3 Oktober 2025.

Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra menerangkan, bahwa banyak efek domino dari langkah yang dilakukan oleh Menteri Hanif Faisol Nurofiq.

“Efek dominonya tidak hanya jumlah kunjungan wisatawan di Kawasan Puncak yang menurun, tetapi juga mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD), menambah jumlah pengangguran, tetapi juga kalau terlalu dibiarkan bisa menurunkan angka rata rata lama sekolah dan meningkatkan angka kejahatan,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa dalam waktu dekat, akan melakukan reses dengan masyarakat Kawasan Puncak, terutama masyarakat yang hidupnya bergantung dari sektor wisata.

“Tujuan saya reses di Kawasan Puncak, tentunya belanja permasalahan, menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Puncak,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS