Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

INDAG

IHSG BEI Rabu Melemah

badge-check


					IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa). Perbesar

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa).

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 22 Oktober 2025, dibuka melemah 23,96 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.214,12. IHSG sempat bergerak terbatas dan kemudian naik moderat 0,14% ke level 8.249,34 pada pagi hari perdagangan. Dalam sesi perdagangan pagi ini, sebanyak 260 saham naik, 198 turun, dan 498 saham tidak bergerak dengan nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,11 triliun.

Pelaku pasar tampak menanti pengumuman hasil keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan akan kembali dipangkas sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen sebagai upaya mendorong konsumsi domestik. Sentimen optimisme terhadap kebijakan moneter yang longgar, baik dari dalam negeri maupun global, menjadi faktor pendorong IHSG berpotensi bergerak menguat dalam rentang 8.000 hingga 8.200 hari ini.

Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, Selasa (21/10/2025), IHSG mencatat kenaikan signifikan 1,84% ke level 8.238,08 dengan sektor finansial dan teknologi menjadi penggerak utama kenaikan indeks. Saham-saham blue chip seperti BBCA, Telkom Indonesia, dan BBRI memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan IHSG.

Secara keseluruhan, IHSG pada hari ini diprediksi bergerak bervariasi dengan pengaruh besar dari kebijakan moneter Bank Indonesia dan kondisi pasar global yang tetap dinamis. Demikia dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol

23 Februari 2026 - 18:48 WIB

Populer NASIONAL