Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

INDAG

IHSG BEI Senin Melemah

badge-check


					IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa). Perbesar

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa).

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin, 13 Oktober 2025, dibuka dengan tekanan melemah signifikan. Pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat anjlok 118,28 poin atau 1,31 persen ke level 8.153,88, setelah Jumat lalu menutup pekan dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah alias all time high (ATH) di level 8.257,86.​

Penurunan IHSG ini dipengaruhi oleh sentimen negatif dari ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas setelah ancaman kebijakan tarif baru dari Presiden Donald Trump. Kondisi pasar global yang bergejolak tersebut turut membebani laju bursa saham domestik.​

Sepanjang perdagangan pagi ini, sebanyak 83 saham menguat, sementara 402 saham melemah dan 150 saham stagnan. Indeks sektoral juga kompak turun, dengan sektor keuangan melemah paling dalam sekitar 1,13 persen, diikuti sektor perindustrian dan transportasi yang turun masing-masing 0,98 persen dan 0,79 persen.

Nilai transaksi pagi ini mencapai sekitar Rp 1,88 triliun dengan volume perdagangan saham yang mencapai 2,24 miliar lembar saham. Saham-saham blue chip terutama sektor perbankan dan emiten besar mengalami koreksi, sementara saham-saham tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru melesat 3,02 persen.

Para analis memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif pekan ini dengan kisaran support di level 8.000 hingga 8.150 dan resistance di kisaran 8.270-8.300, sambil mencermati data ekonomi global dan sikap The Fed yang akan memberikan pidato penting pekan ini. Demikian dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL